FOKUS

Berkurban Wujud Syukur ASN Kemendagri di Tengah Pandemi Covid-19

JAKARTA (tandaseru) – Meski ada wabah Covid-19, jumlah sumbangan hewan korban di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) alami kenaikan.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi jajaran ASN Kemendagri dalam memaknai ibadah kurban di tengah pandemi Covid-19.

Hal tersebut dijadikan sebagai wujud syukur aparatur sipil negara (ASN) Kemendagri kepada Allah SWT atas anugerah kesehatan, pekerjaan dan kesempatan untuk berkurban lebih baik lagi.

“Kita ini paling beruntung, ASN ini salah satu yang paling beruntung, working from home kerjaannya berkurang, gajinya tetap dibayar oleh Pemerintah. Teman-teman TNI dan Polri itu gaji dibayar pemerintah kerjanya lebih berat karena harus menjaga segala macam termasuk menjagai PSBB,” kata Mendagri di acara pelaksanaan Idul Adha di Masjid An Nur Kemendagri, di Jakarta, Jumat (31/7).

Selain itu, Mendagri juga menjelaskan bahwasannya dunia usaha dan sektor swasta betul-betul merasakan dampak dari pandemi Covid-19. Pada saat inilah semua orang diuji untuk memberikan yang terbaik seperti yang telah dilakukan Nabi Ibrahim AS.

“Sekarang waktunya kita memberi, kepada saudara-saudara kita yang sekarang terdampak pandemi, baik yang miskin, yang kurang mampu, mereka yang kena PHK. Mudah-mudahan saja ini waktunya kita saling mendukung, saling membantu, memberikan sebagian dari apa yang kita dapatkan untuk warga kita yang lain, saudara-saudara kita yang lain,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Dirjen Polpum Kemendagri) Bahtiar melaporkan jumlah sumbangan hewan kurban di Kemendagri. Kata dia, untuk tahun ini, meski ada wabah Covid-19 yang telah memukul banyak sektor kehidupan, tapi jumlah hewan kurban yang diterima panitia Idul Adha Kemendagri, mengalami kenaikkan.

“Alhamdulillah pada tahun ini di tengah pandemi Covid-19 yang kita hadapi justru jumlah sumbangan Idul Qurban di lingkungan Kemendagri dan BNPP bertambah. Mengalami kenaikan 32 persen yang pada tahun sebelumnya sumbangan yang terkumpul berjumlah 46 ekor sapi, tahun ini menjadi 58 ekor sapi. Pada tahun sebelumnya 25 ekor kambing pada tahun ini 47 ekor kambing,” katanya.

Ia pun kemudian merinci para penyumbang hewan kurban di Kemendagri. Katanya, Mendagri Tito Karnavian menyumbang satu ekor sapi yang besar sekali. Kemudian sumbangan hewan kurban dari para pejabat eselon dan komponen di Kemendagri.

“Dari Bapak Mendagri 1 ekor sapi yang paling gede yang pernah saya lihat Pak Menteri, yang kedua dari Sekjen hewan kurban berjumlah 18 ekor sapi yaitu terdiri dari 6 ekor sapi bantuan dari NGO Islamic Relief, kemudian 4 ekor sapi dari Biro Umum, 4 ekor sapi dari WLP, 1 ekor sapi dari bank BNI dan 3 ekor sapi lainnya juga dari Sekjen. Dirjen Polpum, 4 ekor sapi dan 4 ekor kambing. Dari Ditjen Otda, 1 ekor sapi dan 4 ekor kambing, dari Ditjen Keuda, 2 ekor sapi dan 3 ekor kambing. Dari BPSDM, 7 ekor sapi dan 7 ekor kambing. Dari Ditjen Bina Bangda, 2 ekor sapi sumbangan dari NGO Islamic relief. Dari Itjen 1 ekor sapi dan 2 ekor kambing. Dari BPP, 1 ekor sapi. Dari BNPP, 4 ekor sapi, Ditjen Prmdes, 4 ekor sapi dan 1 ekor kambing, ” ungkapnya.

Sementara sumbangan hewan kurban dari Ditjen Dukcapil kata dia, berupa 7 ekor sapi dan 6 ekor kambing. Dari Ditjen Adwil, 3 ekor sapi dan 2 ekor kambing. Dari IPDN, 3 ekor sapi dan 9 ekor kambing. Dan dari Dharma Wanita, 2 ekor sapi dan 6 ekor kambing.

“Adapun penerima atau mustahiq yang terdata menerima daging kurban, mustahiq internal pada masing-masing komponen, tenaga pengaman Pamdal, clening service, tenaga pengemudi dan pengurus masjid An Nur, kemudian yang kedua adalah Pondok Pesantren Nur Salam, pesantren di Cikarang, 4 yayasan dan mas…

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait