FOKUS

Beroperasi 6 Bulan, Jaringan Home Industri Liquid Vape Narkoba dan Tembakau Gorila Raup Miliaran Rupiah

JAKARTA (tandaseru) – Polda Metro Jaya mengungkap home industri pembuatan liquid vape mengandung narkoba dan tembakau gorila yang dikendalikan dari lapas di Bali.

Selama enam bulan beroperasi, sindikat ini sudah berhasil meraup keuntungan hingga miliaran rupiah.

“Dari hasil keterangan para tersangka, home industri ini baru mulau bulan Januari 2020 kemarin mulai melakukan home indusri. Omzetnya cukup besar sudah miliaran terganrung mereka edarkan,” kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (29/6).

Irjen Nana mengatakan sindikat ini menjual liquid vape kandungan narkotika dan tembakau gorila melalui internet. Peredaranya pun hingga ke antar provinsi.

“Sindikat ini bermain antar provinsi atau pulai. Mulai dari Jakarta, Jawa Barat, Sumatera, Bali,” ungkap Nana.

Untuk barang bukti yang berhasil disita dari para tersangka, ada uang tunai senilai Rp500 juta dan beberapa emas batangan. Barang bukti itu sendiri merupakan hasil dari penjualan liquid dan tembakau gorila.

Seperti diketahui, jajaran Polda Metro Jaya menangkap tujuh tersangka dalam kasus home industri pembuatan dan penjualan liquid narkoba beserta tembakau gorila. Sindikat ini ternyata dikendalikan oleh seorang narapidana yang ditahan di salah satu lapas di Bali.

Pengungkapan kasus ini bermula dari pengembangan tersangka yang ditangkap di Jakarta Timur. Setelah diusut ternyata tersangka membeli liquid narkotika dari internet dan merujuk kepada sindikat pembuat liquid narkoba di Bali.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait