FOKUS

Bikin Laporan Palsu, Polisi Tetapkan Pria Korban Open BO yang Ngaku Dibegal Jadi Tersangka

JAKARTA (tandaseru.id) – Polisi akhirnya menetapkan Aulia Rafiqi (23) sebagai tersangka dalam kasus laporan palsu. Dia awalnya melapor kalau dirinya dibegal sehingga barang-barang miliknya dicuri.

Namun, belakangan diketahui dia mengaku jika dirinya tidak dibegal, melainkan diperdaya wanita saat open booking (BO) melalui aplikasi MiChat.

“Dugaan tapi memberikan keterangan dan atau sumpah palsu dan atau pengaduan palsu,” kata Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Erwin Kurniawan saat dihubungi, Senin (11/10).

Erwin menerangkan saat ini yang bersangkutan sudah dilakukan penahanan di Polres Metro Jakarta Timur (Jaktim). Dia dijerat pasal Pasal 242 dan atau 220 KUHP.

Diketahui sebelumnya, Aulia Rafiqi (23) bikin heboh Polres Jaktim, ia mengaku jadi korban begal, namun kenyataan tak demikian. Sebenarnya, ia diperdaya wanita open BO yang menjajakan diri di aplikasi Michat.

Cerita bohong itu terbongkar dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Satreskrim Polres Metro Jaktim.

Aulia meralat penyataanya. Ia awalnya membuat laporan polisi (LP) perihal aksi pembegalan yang dialami di BKT Pondok Kopi, Jaktim pada Rabu (6/10) dini hari.

Kepada penyidik, Aulia mengaku ditodong celurit hingga disetrum oleh komplotan begal. Berdasarkan hasil pendalaman terungkap Aulia Rafiqi memberikan keterangan palsu.

“Dengan ini menyatakan bahwa laporan yang saya buat di Polres Metro Jakarta Timur bahwa saya dibegal dan disetrum oleh orang yang mengaku polisi adalah bohong atau hoaks,” kata Aulia dalam keteranganya seperti dikutip Minggu (10/10).

Aulia menjelaskan, kronologi yang dialami pada hari itu. Saat itu, ia berniat untuk kencan semalam dengan wanita yang baru dikenal dari aplikasi MiChat. Ia sepakat bertemu di salah satu apartemen kawasan Bekasi.

“Kejadian yang sebenarnya terjadi adalah awalnya saya MiChat dengan seorang perempuan dan open BO di Apartemen Kemang View Bekasi lantai 9,” ujar dia.

Aulia mengaku setiba di lokasi, ia bersitegang dengan wanita tersebut karena persoalaan tarif kencan. Ketika itu, teman-teman dari wanita datang menghampiri Aulia. Mereka lantas merampas uang dan barang-barang miliknya.

“Terjadi cekcok karena tidak sesuai kesepakatan. Akhirnya handphone dan uang saya diambil oleh temen-temen perempuan tersebut,” ujar dia.

 

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com