FOKUS

BMKG Pasang Sistem Deteksi Gempa dan Tsunami di Bandara Internasional Yogyakarta

KULON PROGO (tandaseru) – Kepala BMKG Dwikorita Karnawati meninjau kesiapan infrastruktur deteksi gempa dan tsunami di Bandara Internasional Yogyakarta atau New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulon Progo, Yogyakarta.

NYIA merupakan bandara pertama yang didukung sistem terpadu mengantisipasi potensi gempa dan tsunami serta cuaca ekstrem.

Yogyakarta International Airport
New Yogyakarta International Airport (tandaseru.id/alex hallatu)

“Jadi hari ini kita meninjau titik mana pada lantai yang mana, dinding yang mana alat itu harus dipasang. Sehingga nanti semua bisa melihat jika ada gempa langsung bisa terbaca pada layar, berpotensi tsunami atau tidak. Sehingga nanti bisa dilakukan langkah-langkah respons lanjut,” kata Dwikorita di Bandara YIA, Kulon Progo, Senin (10/2).

BMKG sendiri memiliki fasilitas alat pemantau kondisi cuaca di YIA. Sementara sistem pengamatan gempa bumi dan peringatan dini tsunami bandara saat ini sedang memasuki tahap akhir pemasangan.

“Jadi selain alat pemantau kondisi cuaca seperti AWOS, radar, deteksi windshear dan deteksi abu vulkanik akan dipasang juga peralatan monitoring gempa bumi seperti Accelerograph, Intensitymeter dan Sistem Peringatan Dini Gempa bumi (EEWS),” katanya.

Kepala BMKG beserta rombongan juga meninjau kondisi gedung terminal dan gedung pusat krisis yang dapat difungsikan sebagai shelter evakuasi jika terjadi tsunami.

“Ini merupakan salah satu shelter dengan desain yang terbaik. Namun tentu saja harus dilengkapi dengan rencana kontigensi penanggulangan bencana serta melakukan gladi evakuasi atau simulasi sebagai respons terhadap peringatan tsunami, agar pengelola dan pengunjung bandara ini lebih siap untuk mengurangi/mencegah risiko bencana yang ada,” katanya.

 

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait