FOKUS

Bonsai Buat pemula (2): Mengenal dan Memilih Gaya Bonsai

 

JAKARTA (tandaseru) – Bagaimana kita mendesain sebuah tanaman menjadi bonsai?

Perlu diingat, menata pohon bonsai adalah praktek menangkap fitur alami dari pohon dewasa seukuran aslinya dan menggandakannya dalam skala miniatur.

David Lieu, seorang praktisi bonsai yang tinggal di Washington DC dalam artikelnya di laman dengarden.com memberikan ide 10 gaya menata tanaman menjadi bonsai.

Formal Upright — Pohon memiliki batang lurus, tumbuh ke atas, dan meruncing. Ketebalan cabang ditata sesuai, dengan yang paling tebal di bagian bawah membentuk pohon berbentuk segitiga.

Informal Upright — Batang memiliki sedikit lekukan. Puncak umumnya terletak sejajar dengan pangkal batang. Ketebalan cabang mirip dengan formal tegak.

Leaning — Mirip dengan gaya tegak formal, pohon ini muncul dari tanah dengan sudut tajuk pohon yang tumbuh berlawanan dengan alasnya.

Cascade — Puncak pohon tumbuh ke bawah, mencapai jauh melewati dasar pot.

Semi-Cascade — Mirip dengan gaya cascade namun puncak pohon tidak turun lebih jauh melewati pot.

Root Over Rock — Gaya ini memperlihatkan akar yang terbuka dan dibiarkan secara alami melilit batu.

Double Trunk — Dua batang yang muncul dari satu pangkal akar. Biasanya sedikit di atas garis tanah. Cabang-cabang diposisikan ke semua arah yang berbeda.

Windswept — Pohon ditata seolah-olah tumbuh di lingkungan dengan angin yang bertiup kencang.

Raft — Sebuah pohon yang ditata untuk meniru pohon yang telah tumbang tetapi masih tumbuh miring untuk menghasilkan banyak batang.

Group Planting — Pohon berbatang tunggal yang ditanam berkelompok sehingga membentuk nuansa hutan yang lebat. Jumlah pohon yang ditanam selalu ganjil.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait