FOKUS

Polisi Tetapkan 8 Tersangka dalam Kasus Kebakaran Kejagung RI

JAKARTA (tandaseru) – Penyidik gabungan Polri dan Kejaksaan Agung (Kejagung) RI melakukan penetapan tersangka dalam kasus kebakaran gedung Kejagung. Dalam hal ini, sebanyak delapan orang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kedelapan orang yang ditetapkan sebagai tersangka adalah empat orang pekerja bangunan berinisial T, H, S, K, dan IS.

Selain itu, tersangka keenam adalah mandor pekerja bangunan berinisial UAM. Selanjutnya dua tersangka terakhir merupakan Direktur PT ARM berinisial R dan Direktur Pejabat Pembuat Komiten (PPK) Kejagung RI berinisial NH.

“Menetapkan delapan tersangka dalam kasus kebakaran ini karena kealpaanya,” kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Argo Yuwono dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (23/10/2020)

Argo mengatakan penetapan tersangka itu setelah pihaknya memeriksa puluhan saksi-saksi. Ada pula berbagai saksi ahli yang diperiksa oleh penyidik.

“Kita memeriksa ahli kita periksa. Ada beberapa ahli, ada ahli kebakaran dari UI dan ITB dan ada ahli dari PUPR, kesehatan juga ada. Jadi semuanya ini kita lakukan,” ungkap Argo.

Mereka dijerat Pasal 188 KUHP tentang kealpaan (kelalaian) yang menyebabkan kebakaran, ledakan atau banjir dengan ancaman pidana kurungan penjara maksimal 5 tahun

Seperti diketahui, kebakaran terjadi di salah satu gedung di Kejaksaan Agung Jakarta pada Sabtu (22/8) sekitar pukul 19.00 WIB. Gedung yang terbakar merupakan gedung Bagian Kepegawaian Kejaksaan Agung.

Kobaran api itu pun berhasil dipadamkan kurang lebih selama 11 jam lamanya. Setelah sekian lama, Bareskrim Polri menaikkan status kasus itu dari penyelidikan ke penyidikan dan hari ini Bareskrim Polri sudah membeberkan perkembangan kasus tersebut.

Diketahui juga penyebab kebakaran di gedung Kejagung ini akibat open flame (nyalanya api terbuka) dan bukan akibat konsleting listrik.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com