FOKUS

Buru Pelaku Lain soal Adzan Jihad, Kapolda Metro: Mau Sembunyi di Lubang Tikus akan Tetap Kami Kejar

JAKARTA (tandaseru) – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran secara tegas memerintahkan jajarannya untuk mengejar pelaku lain baik pembuat maupun penyebar dalam kasus video adzan jihad yang viral di media sosial.

Fadil mengklaim dirinya akan memburu para pelaku yang melakukan provokasi yang berdampak ke keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) hingga ke lubang tikus.

“Akan kami kejar terus. Mau sembunyi di lubang tikus juga akan saya kejar,” kata Fadil kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (4/12).

Seperti diketahui, Polda Metro berhasil menangkap seorang pria yang melakukan penyebaran video adzan jihad secara masif tersebut di Instagram @hashophasan berinisial H di kawasan Cakung, Jakarta Timur pada Kamis (3/12).

Diketahui, H mendapatkan video tersebut dari sebuah Whatsapp Grup (WAG) Forum Muslim Cyber One atau FMCO News. Dari situ, tersangka langsung menyebarkan videp tersebut di media sosial.

Video dalam grup Whatsapp itu diketahui mengubah lafaz atau kalimat ‘hayya’ ala sholah’ menjadi ‘hayya’ala jihat’.

“Pada tanggal 29 November 2020
pukul 22:19 WIB memposting empat video dengan narasi ”Ustaz Al-Ghifari Banten, ponpes Habib Bahar, pasuruan dan wilayah lain. Semua #seruan #jihad #muslim”, kata Yusri.

Kekinian, penyidik telah menetapkan H sebagai tersangka. Dia dipersangkakan dengan Pasal 28 Juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 156a KUHP dan atau Pasal 160 KUHP dengan ancaman hukuman penjara di atas lima tahun.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com