FOKUS

Cabuli Anak Dibawah Umur, Guru di Tanjungpinang Diciduk Polisi 

TANJUNGPINANG (tandaseru) – Polres Tanjungpinang gelar konferensi Pers Tindak Pidana Persetubuhan terhadap anak dibawah umur, dengan tersangka yang berprofesi sebagai guru, Sabtu, (29/5)

Kapolres Tanjungpinang Akbp Fernando mengatakan, kejadian tersebut terjadi sekitar  bulan Oktober tahun 2019, “Tersangka menghubungi korban dan mengatakan ingin mengantarkan korban ke rumah teman korban yang berada di belakang Swalayan. Namun setelah diperjalanan tersangka tidak membawa korban ke rumah teman korban melainkan ke rumah tersangka.” ujarnya saat konferensi pers, di Mapolres Tanjungpinang, Sabtu (29/5).

Setelah itu tersangka menyuruh korban untuk masuk ke dalam rumah kemudian saat di dalam rumah tersangka membuka pakaian korban dan menyuruh korban untuk tidur di atas karpet ruang tengah tersebut.

Akibat dari kejadian tersebut pelapor melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tanjungpinang guna penyidikan dan penyelidikan lebih lanjut.

Berdasarkan laporan polisi yang diterima dan setelah terpenuhi dua alat bukti yang mengarah kepada perbuatan tersangka, maka segera dilakukan pencarian terhadap keberadaan tersangka. Kemudian diperoleh informasi, bahwa tersangka sedang berada dikediamannya.

“Atas Informasi tersebut, pada hari Kamis, 27 Mei 2021 sekira pukul 15.30 wib, UPPA mendatangi rumah tersangka untuk melakukan penangkapan. Dalam proses penangkapan, tersangka mengakui perbuatannya, selanjutnya UPPA membawa tersangka ke kantor Sat Reskrim Polres Tanjungpinang guna untuk dilakukan proses hukum terhadap tersangka.” tutur Kapolres.

Kapolres Tanjungpinang Akbp Fernando didampingi Kasat Reskrim Akp Reza Parindra menjelaskan tersangka berinisial RZI  (31) dan berprofesi sebagai guru, dengan korban berinisial NA (13) perempuan dengan barang bukti 1 (satu) helai celana jeans panjang berwarna biru muda merk Lois (Milik Korban).

Atas perbuatannya tersangka akan dijerat Pasal 81 ayat (2) Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang – Undang Nomor 01 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang – Undang “Setiap orang dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain”

“Polisi berhasil meringkus dengan ancaman penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp. 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah)”, pungkasnya.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com