FOKUS

Cek Sistem Kerja Sopir, Polisi Akan Periksa HRD-Pengawas Internal TransJakarta

JAKARTA (tandaseru.id) – Polisi akan memanggil Human Resource Department (HRD) dan pengawas internal Transjakarta untuk diperiksa terkait kecelakaan dua busnya hingga menyebabkan dua orang tewas.

“Kita akan panggil dari pengawasnya dan HRD,” ujar Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Argo Wiyono saat dihubungi, Rabu (27/10).

Adapun, pemeriksaan berkaitan sistem kerja pengemudi Transjakarta. Argo menyebut, kelalaian bisa disebabkan dua hal yakni kelelahan sopir atau dari pola kerja yang diterapkan oleh pihak perusahaan.

“Kan dibilang ada SOP-nya.  Gimana sih sifhtnya walaupun di shifnya kan pergelombang, kalau gak salah dia (pengemudi) shiftnya dari jam 5 pagi sampai jam 2 siang. Apakah setelah jam 2 siang kegaiatan dia istirahat atau ada kegiatan lain. Karena semua berpengaruh,” ujar dia.

“Kemudian Betul tidak dicek kesehatan atau di cek tensi,” sambungnya.

Diketahui, dua bus TransJakarta terlibat kecelakaan beruntun di Jalan MT Haryono, Jakarta Timur pagi tadi. Akibat peristiwa tersebut dua orang dinyatakan meninggal dunia dan 31 luka-luka.

Salah satu korban meninggal dunia merupakan sopir TransJakarta yang sempat tergencet. Sedangkan, satu lainnya ialah penumpang berjenis kelamin pria.

Dalam peristiwa tersebut, salah satu bus TransJakarta terseret hingga 15 meter. Kendaraan itu terseret cukup jauh usai ditabrak bus TransJakarta yang berada di belakangnya.

“Kendaraan yang ditabrak dari belakang terseret cukup jauh kurang lebih 15 meter dan kelihatannya nggak ada upaya pengereman,” pungkas Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com