FOKUS

Cerita Kabareskrim Polri Soal Pengungkapan Jaringan Narkoba Timur Tengah

SERANG (tandaseru) – Satgas Khusus Bareskrim Polri telah berhasil mengungkap kasus 821 kg sabu jaringan internasional Timur Tengah. Lalu, bagaimana cerita penangkapan dan pengamanan barang buktinya?

Kabareskrim Mabes Polri Komisaris Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menjelaskan pengungkapan diawali penyelidikan yang cukup cermat kurang lebih hampir 4 bulan semenjak Desember 2019.

Awalnya anggota satgas berhasil mengamankan kapal, dan memeriksa ABK. Nah dilakukan pemeriksaan para ABK ternyata positif narkoba, namun pada saat itu narkoba yang kita cari tidak ditemukan.

“Kemudian dilanjutkan pada Januari 2020, akhirnya kita berhasil mengungkap 288 kg sabu dengan mengamankan tiga tersangka,” lanjutnya.

Meski demikian, Tim terus bergerak dan mendapatkan informasi terkait dengan kelompok Timur Tengah atau kelompok Iran ini bersiap-siap akan melakukan transaksi lagi sehingga dilakukan pengintaian dan akhirnya mendapati target yang tinggal di wilayah Jakarta.

Listyo menambahkan, tersangka mencoba menyamarkan dengan mencampurkan sabu tersebut dengan buah asam Kuranji untuk disamarkan. Mereka masuk ke Banten sekitar dua Minggu lalu melalui salah satu wilayah pantai yang ada di daerah Banten.

Terkait ancaman hukumannya, tersangka di terapkan pasal 132 Subsider pasal 114 dan pasal 112 undang-undang RI no 35 tahun 2009 tentang Narkoba dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup atau hukuman mati.

Listyo mengajak elemen masyarakat untuk bersama-sama mencegah penyebaran narkoba.

“Seluruh tokoh agama, rekan ulama, mari bersama-sama melakukan pencegahan, awasi jalan-jalan tikus, awasi pintu-pintu masuk agar narkoba ini tidak masuk ke daerah kita. Perlu kerja keras kita bersama untuk menyelamatkan generasi muda dan bangsa kita”, ajaknya.

Listyo juga berharap agar ke depan Tim Satgas Khusus Bareskrim Mabes Polri bisa mengungkap kasus-kasus besar lagi.

 

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait