FOKUS

Cerita Penemuan Cai Changpan Setelah Kabur dari Lapas Tangerang: Sempat Ancam Warga

JAKARTA (tandaseru) – Cai Changpan alias Cai Ji Fan, terpidana mati yang kabur dari Lapas Klas I Tangerang telah ditemukan dalam keadaan tewas di kawasan Hutan Jasinga, Bogor Jawa Barat pada Sabtu (17/10). Dia tewas diduga bunuh diri saat pelariannya tersebut.

Terkait hal itu, polisi membeberkan detik-detik penemuan sang napi yang sudah melarikan diri kurang lebih satu bulan lamanya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengungkapkan Cai Changpan kerap tidur disebuah lokasi pabrik pembakaran ban yang terletak di Jasinga, Bogor. Lokasi itu pun berdekatan dengan Hutan Jasinga.

“Kami dapat informasi disana ada seseorang atas nama sesuai DPO yang dilaporkan sering bermalam disitu (pabrik pembakaran ban),” kata Kombes Yusri kepada wartawan, Minggu (18/10)

Cai dikabarkan sering berada disekitar pabrik itu pada malam hari namun, pagi harinya dia kembali masuk ke area hutan. Kala itu, Yusri menyebut ada sejumlah petugas penjaga pabrik yang sempat diancam oleh Cai untuk tidak memberitahu ke orang lain prihal keberadaanya.

“Sejak tanggal 16 sekali-kali dia datang ke situ kalau malam saja, kalau pagi ke Hutan Tenjo bahkan satu orang diancam nggak boleh bilang kesana tetapi satu orang lain lapor ke kepala desa dan lapor ke tim pemburu,” ungkap Yusri.

Setelah menyusun rencana, tepat pada pagi tadi polisi melakukan penggerebekan di pabrik itu. Sebelum menggerebek, polisi lebih dulu menyuruh para petugas pabrik untuk tidak berada di area pabrik.

“Pukul 10.30 WIB kita lakukan penggerebekan dan kita temukan Cai Changpan sudah meninggal dunia dalam keadaan gantung diri,” kata Yusri.

Selanjutnya, polisi pun membawa jasad sang napi ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur untuk dilakukan otopsi. Pihak kepolisian juga masih mendalami prihal kasus gantung diri yang dilakukan oleh Cai Changpan termasuk mengumpulkan barang bukti dan pemeriksaan sejumlah saksi-saksi.

“Mudah-mudahan secepatnya kami akan rilis menunggu hasil otopsinya. Kami masih kumpulkan alat bukti dan saksi-saksi termasuk kemanan pabrik pembakaran ban ini dan kepala desa yang melaporkan ke tim pemburu,” pungkas Yusri.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait