FOKUS

Covid-19 Merebak, Bagaimana Nasib Pembangunan Arena Olahraga PON XX Papua

JAKARTA (tandaseru) – Pelaksanaan PON XX di Papua direncanakan berlangsung pada 20 Oktober-2 November tahun 2020. Lalu bagaimana kelangsungan pembangunan venuenya saat ini?

Di tengah merebaknya pandemi virus corona atau Covid-19, Kementerian PUPR tetap berkomitmen menyelesaikan pembangunan arena olahraga PON XX di Provinsi Papua tahun 2020.

Pembangunan empat venue olahraga tetap dikerjakan agar dapat selesai tepat waktu, dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan, protokol kesehatan, dan menyesuaikan kebijakan Pemerintah Pusat maupun Daerah.

“Pembangunan infrastruktur dalam rangka mendukung PON XX 2020 di Papua, harus diperhatikan secara detail mulai dari tahap desain, tahap pembangunan hingga tahap pengawasannya,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu.

Empat arena olahraga yang tengah dibangun Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya di Kabupaten Jayapura, yakni arena aquatic dan Istora Papua Bangkit di kawasan Olahraga Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur dan venue Cricket dan Lapangan Hockey (indoor dan outdoor) di kompleks olahraga Doyo Baru, Distrik Waibu.

Hingga 26 Maret 2020, progres pelaksanaan fisik Venue Istora mencapai 82,95%, Venue Aquatic mencapai 80,87% serta venue Cricket dan Lapangan Hockey indoor maupun outdoor mencapai 92,14%.

Kepala Pusat Pengembangan Sarana Prasarana Pendidikan, Olahraga dan Pasar, Ditjen Cipta Karya Iwan Suprijanto mengatakan saat ini telah dilakukan kesepakatan bersama antara Gubernur Papua, anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), Bupati/Walikota serta seluruh pemangku kepentingan di Provinsi Papua terkait pencegahan, pengendalian, dan penanggulangan Covid-19.

“Hal ini tentu akan mempengaruhi pelaksanaan pembangunan venue PON dikarenakan akan terdapat kesulitan dalam pengiriman material dari luar wilayah Papua, penambahan tenaga kerja, dan mendatangkan tenaga ahli sertifikasi. Namun Kementerian PUPR tetap terus bergerak dalam rangka penyelesaian tugas negara untuk membangun Venue PON Papua tepat pada waktu,” ujar Iwan Suprijanto.

Pembangunan arena aquatic telah dimulai sejak Desember 2018 dan diharapkan target penyelesaian pada Juli tahun 2020 dapat dipenuhi.

Biaya pembangunannya dialokasikan dari APBN (MYC) tahun 2018-2020 sebesar Rp401.058 miliar. Pembangunan Istora Papua Bangkit telah dimulai November 2018 dan ditargetkan selesai Juni tahun 2020. Bertindak selaku kontraktor PT PP (Persero) dengan nilai pekerjaan Rp 257,5 miliar dan konsultan manajemen PT. Virama Karya sebesar Rp 4,8 miliar.

Sedangkan untuk total pembangunan arena Cricket dan lapangan Hockey (Indoor dan Outdoor) sebesar Rp277 miliar dengan kontraktor PT. Nindya Karya dan konsultan manajemen PT. Bina Karya senilai Rp 4,9 miliar. Pekerjaan dilaksanakan sejak Desember 2018 dan ditargetkan selesai pada Juni 2020.

Selain pembangunan empat venue tersebut, pada tahun 2020 Kementerian PUPR mendapatkan amanah untuk menyelesaikan 3 (tiga) Venue PON Baru yaitu Arena Sepatu Roda, Venue Panahan, dan Venue Dayung yang pembangunannya mulai dilaksanakan pada akhir Februari serta Penataan Kawasan Kampung Harapan sebagai area Pendukung Venue Istora dan Aquatic yang pelaksanaannya baru dimulai pada akhir Januari. Selain itu juga penataan Kawasan Doyo Baru sebagai area pendukung Arena Cricket, Hockey Outdoor dan Hockey Indoor yang pelaksanaannya dimulai pada akhir Desember 2019.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait