FOKUS

Custumer Gojek Ditipu saat Memesan Minuman, Uang Rp 9 Juta Terkuras dari Rekening

JAKARTA (tandaseru) – Seorang customer Gojek bernama Agnes kehilangan uang sebesar Rp 9 juta rupiah dari rekeningnya setelah memesan minuman melalui GoFood pada 7 Januari 2020. Saat itu, Agnes mendapat driver yang tidak mencurigakan saat memesan minuman.

Agnes kemudian mendapat telepon dari seseorang yang mengaku sebagai petugas kios minuman dan menyuruhnya melakukan transfer ke virtual account toko, berikut dengan kode pembayaran. Agnes tidak menaruh curiga karena nama yang terdaftar adalah nama kios yang memang ia tuju sehingga kelihatan meyakinkan.

Setelah di transfer, pihak kios menelepon Agnes dan menyebut tidak menerima transferan itu padahal saldo di rekeningnya sudah terkuras Rp 5,5 juta. Singkat cerita, Agnes melakukan komplen ke kios itu namun dirinya disuruh mentransfer lagi hingga total kerugiannya mencapai Rp 9 juta.

Karena hal itu, Agnes memutuskan melaporkan hal itu ke Polda metro Jaya karena merasa telah ditipu. Laporan polisi itu tertuang pada LP/181/I/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ. Laporan polisi itu dibuatnya pada tanggal 11 Januari 2020.

“Betul saya sudah membuat laporan polisi,” kata Agnes saat dikonfirmasi, Selasa (14/1).

Agnes menyebut dirinya membawa barang bukti berupa hasil tangkapan layar hingga bukti mutasi rekening miliknya. Dia menyerahkan bukti itu kepada penyidik saat membuat laporan polisi itu.

“Barang bukti yang dibawa, (ada) screenshot komunikasi chat, response customer service dan juga bukti transfer, mutasi rekening,” jelas Agnes.

Agnes kasus itu segera ditindaklanjuti oleh Polda Metro Jaya. Dia juga berharap Gojek dapat lebih meningkatkan keamanan aplikasinya agar kasus serupa tidak terulang lagi.

“Harapan saya melapor ke polisi supaya membantu pihak kepolisian bisa segera menangkap dan memproses para hacker. Harapan saya melapor ke media adalah bisa membatu create awareness di publik sehingga lebih hati-hati,” kata Agnes.

“Saya juga mengharapkan pihak Gojek bisa meningkatkan edukasi kepada publik sehingga meningkatkan keamanan platform ke depannya,” sambungnya.

Untuk terlapor dalam kasus ini masih lidik. Pasal yang dilaporkan tentang penipuan melalui media elektronik seperti yang tercantum di Pasal 28 ayat (1) junto Pasal 45 ayat (2) UU RI nomer 19/2016 tentang ITE.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait