FOKUS

Dalih Polisi Mutasi Aipda Ambarita dan Jacklyn Choopers ke Humas: Followersnya Banyak

JAKARTA (tandaseru.id) – ‘Polisi Artis’ Aipda Monang Parlindungan Ambarita dan Aiptu Jakaria atau yang lebih dikenal Jacklyin Choopers dimutasi dari jabatannya masing-masing ke Bintara Humas Polda Metro Jaya.

Terkait itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus berdalih mutasi keduanya itu dinilai wajar karena keduanya merupakan anggota polisi yang mempunyai pengikut (followers) di media sosial. Hal ini bisa membantu bagian Humas.

“Boleh buka sekarang Youtube dan media sosial Pak Ambarita, besar nggak followers-nya,” kata Yusri di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa (19/10).

Akun Youtube Rainsmasbackbone Official miliki Aipda Ambarita hingga Selasa ini memiliki 1,39 juta subscriber. Sementara akun Instagram Aipda Ambarita @mpambarita punya 282 ribu pengikut.

Sama seperti Ambarita, Aiptu Jakaria juga dimutasi ke Bidang Humas Polda Metro Jaya. Aiptu Jakaria sebelumnya menjabat Banit 9 Unit 2 Subdit 4 Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

“Boleh lihat Followers-nya Pak Jacklyn, bagus nggak?,” ujar Yusri.

Jacklyn Choppers punya akun Youtube sesuai dengan nama panggilannya. Akun itu memiliki 544 ribu subscriber. Sementara Instagram miliknya, @JACKLYN_CHOPPERS, terlihatbpunya 184 ribu pengikut hingga hari ini.

Mutasi terhadap Jacklyn dan Ambarita ini tertuang dalam surat telegram nomor ST/458/X/KEP./2021 tanggal 18 Oktober 2021. Telegram ini ditandatangani Karo SDM Polda Metro Jaya Komisaris Besar Putu Narendra atas nama Kapolda Metro Jaya.

Selain itu, Yusri menyebut mutasi ini juga merupakan penyegaran organisasi Polri khususnya di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Sementara terhadap video viral yang menunjukkan Aipda Ambarita menggeledah ponsel warga, Yusri mengakui memang ada dugaan pelanggaran SOP. Menurut dia, Ambarita masih diperiksa di Propam Polda Metro Jaya.

“Kalau memang ada kesalahan disiplin akan kita lakukan tindakan tegas,” kata Yusri.

Diketahui, Aipda Ambarita menjadi sorotan masyarakat hingga viral di media sosial (medsos) karena tindakan arogansi saat melakukan pemeriksaan terhadap seorang pemuda.

Video yang ditayangkan dalam program di televisi swasta itu memperlihatkan anggota polisi memeriksa handphone pemuda tanpa surat izin.

Dalam video itu, Aipda Ambarita terlihat ngotot jika aparat kepolisian memiliki wewenang untuk memeriksa handphone milik salah satu pemuda saat mereka tengah melaksanakan razia malam.

Padahal pemuda tersebut telah menolak, sebab dia merasa itu ranah privasinya. Terlebih, pemuda itu juga merasa tidak melakukan suatu tindak pidana.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com