FOKUS

Sejak Agustus 2018 Ada 3.091 Hoaks yang Teridentifikasi Kemkominfo

Tandaseru – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mengatakan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi total hoaks sebanyak 3.091 selama bulan Agustus 2018 sampai November 2019.

Adapun pada bulan November 2019, sebanyak 260 hoaks, kabar bohong, berita palsu berhasil teridentifikasi oleh mesin Automatic Identification System (AIS) Kemkominfo.

Dok/Foto: Kemkominfo

Sementara dari total 3.091 hoaks, kategori politik paling banyak mendominasi yakni ada 973 item hoaks. Kemudian disusul dengan 743 hoaks untuk kategori pemerintah, 401 hoaks untuk kesehatan, dan 307 hoaks kategori lainnya.

“Dari penelusuran Mesin AIS Kominfo, sepanjang Agustus 2018 sampai November 2019, jumlah hoaks, kabar bohong, berita palsu dan ujaran kebencian meningkat tajam hingga mencapai 501 item hoaks pada bulan April 2019,” tulis Plt Kepala Biro Humas Ferdinandus Setu melalui keterangan pers, Senin (2/12).

Dok/Foto: Kemenkominfo

Lebih lanjut, Ia menuliskan bahwa maraknya hoaks politik muncul di bulan April saat menjelang pemilihan umum Capres-Cawapres 2019.

“Hoaks politik yang marak muncul di bulan April didominasi kabar bohong yang menyerang pasangan calon presiden dan wakil presiden, partai politik peserta pemilu, maupun penyelenggara pemilu, baik KPU maupun Bawaslu,” sambungnya.

Sekadar informasi, Tim Automatic Identification System (AIS) dibentuk pada Januari 2018 yang berfungsi melakukan pengaisan, identifikasi, verifikasi, dan validasi seluruh konten di platform digital.

Saat ini, tim AIS Kemkominfo berjumlah 100 orang yang bekerja selama 24 jam.  Jika menemukan konten yang diragukan kebenarannya, masyarakat dihimbau untuk menyampaikannya pada kanal pengaduan konten.

Caranya bisa melalui email: [email protected] atau akun twitter @aduankonten atau melalui aplikasi pesan instan WhatsApp di nomor 081-1922-454

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait