FOKUS

Dari Megathrust di Sulawesi Utara hingga ke Vetiver dan Pohon Palaka

MANADO (tandaseru) – Bermula dari rapat koordinasi pengendalian Covid-19 di aula Mapalus Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Rabu (7/10). Dalam sebuah kesempatan, Kepala BNPB Doni Monardo memberi waktu kepada ahli tsunami dan gempa BNPB, Abdul Muhari.

Abdul Muhari memberikan paparan pendek tentang ancaman bencana alam yang sewaktu-waktu bisa melanda Sulut. Tak kurang dari Pjs Gubernur Sulawesi Utara, Agus Fatoni antusias mendengar paparan Abdul Muhari.

Pria yang akrab disapa Aam itu menyajikan data lawas, ihwal gempa dan tsunami berulang yang pernah menimpa daerah Sulawesi Utara.

Data otentik hasil penelusuran tim BNPB menyebutkan setidaknya pernah terjadi lima kali gempa besar dalam kurun waktu sangat singkat yakni 15 tahun yang melanda daerah yang dijuluki “Nyiur Melambai” itu.

Kelima peristiwa itu terjadi tahun: 1845, 1846, 1856, 1858, dan 1859. “Data itu diperoleh saat tim ke Belanda menelusuri jejak-jejak kebencanaan masa lalu, akhir Mei 2019. ”

Yang ingin saya tegaskan adalah, bahwa bencana alam itu sesuatu yang berulang. Hanya saja, kita tidak tahu kapan peristiwa itu akan terjadi. Karenanya, kita harus selalu waspada,” ujar Doni Monardo, melengkapi paparan Aam.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com