FOKUS

Delapan Tersangka Kasus Kebakaran Kejagung RI Terancam Lima Tahun Penjara

JAKARTA (tandaseru) – Polisi telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka yang menyebabkan kebakaran di gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) RI. Kedelapan tersangka itu terancam lima tahun penjara.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Ferdy Sambo mengatakan awal penyidikan pihaknya sudah menyiapkan Pasal 187 dan 188 KUHP. Setelah diusut lebih dalam ternyata para tersangka lalai hingga menyebabkan kebakaran Gedung Kejagung dan patut dikenakan Pasal 188 KUHP.

“Kita sudah mendapat status awal penyelidikan ke penyidikan karena ada dugaan tindak pidana yang kita lihat bahwa penyelidikan tindak pidana 187 KUHP atau 188 KUHP,” kata Ferdy.

“Kenapa kami memasang pasal alternatif dalam proses naiknya penyelidikan ke penyidikan karena kita ingin meyakinkan apakah Gedung Kejaksaan Agung RI dibakar atau terbakar,” sambung Ferdy.

Dari hasil penyidikan panjang, Polri akhirnya mengerucut pada kasus kelalaian. Dengan didasari bukti yang cukup, Polri akhirnya menetapkan delapan orang sebagai tersangka dengan jeratan Pasal 188 KUHP.

Pasal 188 KUHP diketahui berisi tentang kelalaian seseorang hingga mengakibatkan terjadinya kebakaran. Ancaman hukumannya pun mencapai lima tahun penjara.

Berikut isi dari Pasal 188 KUHP:

‘Barang siapa karena kesalahan (kealpaan) menyebabkan kebakaran, ledakan atau banjir, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah, jika karena perbuatan itu timbul bahaya umum bagi barang, jika karena perbuatan itu timbul bahaya bagi nyawa orang lain, atau jika karena perbuatan itu mengakibatkan orang mati’.

Seperti diketahui, kebakaran terjadi di salah satu gedung di Kejaksaan Agung Jakarta pada Sabtu (22/8) sekitar pukul 19.00 WIB. Gedung yang terbakar merupakan gedung Bagian Kepegawaian Kejaksaan Agung dan terbakar selama 11 jam lamanya.

Dalam kasus ini polisi sudah menetapkan delapan orang sebagai tersangka yakni Lima tersangka diantaranya merupakan tukang yakni berinisial T, H, S, K dan IS. Sedangkan satu tersangka merupakan mandor tukang berinisial UAN.

Selain itu, dua tersangka lainnya yakni Direktur Utama PT ARM yang meruapkan vendor cairan pembersih lantai untuk Kejagung RI berinisial R dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kejaksaan Agung berinisial NH.

Penyebabnya, kebakaran tersebut akibat dari bara rokok para pekerja bangunan di lantai 6 Kejagung RI. Disamping itu, terdapat cairan pembersih lantai atau minyak lobi yang terdapat unsur solar hingga mengakibatkan api tersulut dan membakar bangunan.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com