FOKUS

Demo PP Anarkis, Polda Metro: Tidak Ada Ormas yang Menempatkan Posisi di Atas Hukum

JAKARTA (tandaseru.id) – Polda Metro Jaya meminta kepada organisasi masyarakat (ormas) untuk tidak semena-mena. Posisi ormas disebut tidak boleh berada di atasa hukum.

Hal ini berkaitan dengan aksi demo anarkis yang dilakukan anggota ormas Pemuda Pancasila (PP) di depan gedung MPR/DPR, Jakarta Pusat hingga menyebabkan anggota polantas terluka.

“Dalam kegiatan hari ini seolah-olah menempatkan mereka di atas para hukum. Bahkan melawan aparat penegak hukum yang bukan lawan mereka, tapi aparat yang mengamankan kegiatan mereka,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol E. Zulpan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (25/11).

Zulpan menerangkan pihaknya menjunjung tinggi kebebasan berpendapat masyarakat di muka umum. Namun, semua harus sesuai prosedur perundang-undangan yang berlaku.

Lebih lanjut, Zulpa menyebut pihaknya akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh terkait demo ricuh yang dilakukan ormas PP hari ini. Dia memastikan tidak ada ormas atau kelompok yang merasa kebal dari jeratan hukum.

“Jadi tidak boleh ada organisasi manapun yang menempatkan dirinya di atas hukum. Ini perlu jadi catatan kita,” tutur Zulpan.

Saat ini total ada 15 dari 21 orang anggota ormas PP yang telah ditetapkan sebagai tersangka dari demo ricuh tersebut. 15 tersangka ini tengah diperiksa intensif di Polda Metro Jaya.

Zulpan mengatakan 15 orang ditetapkan tersangka usai penyidik menemukan bukti kepemilikan senjata tajam dari belasan orang tersebut.

“Kita amanakan 15 tersangka saat ini sudah ada di belakang sudah ditetapkan tersangka. Sduah diperiksa awal semuanya membawa senjata tajam. Ini senjata tajam yang sebenarnya tidak perlu dibawa karena bahayakan orang lain dan terbukti ada anggota Polri berpangkat Pamen yang dilakukan pemukulan,” pungkas Zulpan.

Sebelumnya, massa dari ormas Pemuda Pancasila (PP) melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis, (25/11). Aksi mereka menuntut agar Anggota DPR Fraksi PDIP, Junimart Girsang menyampaikan permohonan maaf.

Ormas PP sudah tiba di depan gedung DPR sejak pukul 12.00 WIB. Mereka kompak mengenakan atribut loreng oranye dan membawa beberapa bendera hingga spanduk bertuliskan kecaman untuk Junimart.

Dalam hal ini, seorang anggota polisi lalu lintas (polantas) mengalami luka-luka di bagian kepala karena dikeroyok anggota ormas Pemuda Pancasila (PP).

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com