FOKUS

Dianiaya Kapolres Nunukan, Anak Buah Minta Maaf karena Sebar Video

JAKARTA (tandaseru.id) – Anak buah Kapolres Nunukan, AKBP Syaiful Anwar, Brigadir SL malah meminta maaf atas tersebarnya video aksi penganiayaan terhadap dirinya.

Permintaan maaf ini viral di media sosial (medsos), salah satunya diunggah akun Youtube @Bhinekavideo. Permintaan maaf itu ditujukan langsung ke Syaiful.

“Selamat malam komandan, senior dan rekan-rekan, terkhusus Bapak Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar SIK. Saya memohon maaf atas video yang beredar di media sosial,” kata SL dalam video dikutip, Selasa (26/10)

SL mengklaim tidak berpikir jernih sampai mengupload video tersebut. Dia merasa menyesal serta mengaku tidak menjalankan perintah atasannya.

“Dengan beredarnya video tersebut saya sangat menyesal dan saya membenarkan bahwa tidak melaksanakan perintah pimpinan,” kata dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, pasca kejadian tersebut dirinya langsung menemui Syaiful guna menyelesaikannya secara kekeluargaan. SL berdalih kalau permintaan maaf yang disampaikan ini murni alias tidak ada paksaan.

“Permohonan maaf ini tidak ada unsur paksaan dari siapa pun. Sekali lagi, komandan saya mohon ijin meminta maaf atas kesalahan yang telah saya lakukan. Demikian Komandan, terima kasih,” katanya lagi.

Sebelumnya diberitakan, beredar video anggota Polri ditendang dan dipukul oleh seniornya saat kegiatan bakti sosial Akabri 1999 Peduli. Tanpa ada adu bacot, perwira menengah polisi langsung menendang bintara yang hendak menggeser meja.

Diduga, perwira menengah yang menendang bintara itu Kapolres Nunukan Kalimantan Utara (Kaltara), AKBP SA. Usai menendang bagian perut bawah, SA memukul wajah polisi bintara hingga terjatuh. Sudah tak berdaya, bintara itu masih ditendang lagi.

Diketahui, Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar menganiaya anak buahnya berinsial SL. Usut punya usut ternyata tindakan itu dilakukan lantaran pelaku kesal dengan korban.

Kabid Humas Polda Kalimantan Utara Kombes Budi Rachmad menyebut Syaiful Anwar kesal lantaran SL selaku anggota di bagian Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) tidak bertugas dengan baik ketika terjadi gangguan jaringan saat kegiatan zoom meeting dengan Polda Kalimantan Utara dan Mabes Polri.

“Padahal tanggal 21 Oktober sementara kegiatan acara puncak HKGB (Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari) zoom meeting dengan Mabes Polri dan Polda,” kata Budi saat dikonfirmasi, Selasa (26/10).

Saat ini, yang bersangkutan tengah diperiksa oleh Bidang Propam atas perintah Kapolda Kalimantan Utara Irjen Pol Bambang Kristiyono,

“Atas kejadian viralnya Kapolres Nunukan, Kapolda Kaltara memerintahkan Kabid Propam untuk melakukan pemeriksaan awal,” ujar Budi.

Selain itu, Budi menyebut Bambang juga telah memerintahkan Karo SDM Polda Kalimantan Utara untuk segera menonaktifkan Syaiful Anwar. Hal itu dilakukan dalam rangka pemeriksaan.

“Kemudian Karo SDM akan menerbitkan SKEP nonaktifkan Kapolres Nunukan,” pungkasnya.

https://m.youtube.com/watch?v=AJ8_VzmHoPQ

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com