FOKUS

Dicecar 45 Pertanyaan, Polisi Dalami soal Wawancara Anji ke Hadi Pranoto

JAKARTA (tandaseru) – Musisi Erdian Aji Prihartanto alias Anji telah usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi terlapor Polda Metro Jaya terkait dugaan penyabaran berita bohong soal obat herbal yang bisa menangkal Covid-19.

Anji diperiksa selama sepuluh jam dengan keluar dari Gedung Ditreskrimsus PMJ sekira pukul 20.00 WIB. Sebelumnya, ia datang pada pukul 10.00 WIB. Dia diperiksa sebanyak 45 pertanyaan soal kasus tersebut.

“Dari tadi mulai jam 10 pagi, istirahat satu kali jam makan siang jam 12. Lalu tadi ada sekitar 45 pertanyaan, tapi ada yang satu pertanyaan butirnya samapi (huruf) e,” papar Anji di Mapolda Metro Jaya, Senin (10/8).

Menurut Anji, penyidik menanyainya mulai dari identitas hingga kronologi wawancara dengan Hadi Pranoto.

“Dari 45 pertanyaan, yang jelas pertanyaan di awal adalah pertanyaan tentang identitas saya, maksudnya biodata, jati diri. Tentang akun atau channel saya, channel Duniamanji, lalu tentang kronologi kejadian ketika wawancara. Intinya adalah materi pokok perkara,” tandas Anji.

Anji memenuhi panggilan penyidik sebagai saksi atas laporan yang dibuat oleh Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid atas dugaan tindak pidana penyebaran berita bohong. Selain Anji, Muannas juga turut melaporkan pria yang diwawancari Anji, yakni Hadi Pranoto.

Dalam pelaporannya yang dibuat pada Senin (3/8) lalu, Muannas membawa barang bukti berupa transkrip percakapan wawancara antara Anji dengan Hadi. Selain itu, turut dibawa juga tangkapan layar (screenshot) serta satu buah flashdisk berisi video tersebut.

Menurutnya, konten wawancara Anji dengan Hadi terkait klaim penemuan obat covid-19 telah merashkan masyarakat dan mendapat tentangan dari banyak pihak.

“Pendapat yang disampaikan oleh si profesor itu ditentang pertama adalah menyangkut tentang swab dan rapid test, dikatakan disitu dia punya metode dan uji yang jauh lebih efektif dengan yang dia namakan dengan digital teknologi itu biayanya cukup Rp10-20 ribu,” papar Muannas.

Laporan tersebut diterima dengan nomor LP/4538/VIII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ Tanggal 3 Agustus 2020. Adapun tindak pidana yang dilaporkan adalah tindak pidana bidang ITE dan atau menyebarkan berita bohong sesuai ketentuan Pasal 28 Ayat (1) Jo Pasal 45A UU No. 19 Tahun 2016 dan atau Pasal 14 dan 15 UU No.1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. (Tri)

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait