FOKUS

Dikritik karena Ingin Ubah Hagia Sophia Jadi Masjid, Ini Jawaban Erdogan

ANKARA (Tandaseru) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menjawab tudingan tentang rencana dirinya menjadikan museum Hagia Sophia sebagai masjid untuk umat Islam.

Tudingan sebelumnya datang bertubi-tubi, menyebut Erdogan meminggirkan kaum minoritas demi proyek tersebut.

“Turki akan selalu melindungi hak-hak Muslim dan minoritas yang tinggal di negara itu,” ujar Erdogan pada kesempatan peletakan batu pertama masjid di Istanbul, Sabtu (4/7).

Pengadilan Turki akan mengumumkan putusannya tentang mengubah struktur abad ke-6 menjadi masjid.

Hagia Sophia digunakan sebagai gereja selama 916 tahun. Pada 1453, situs diubah menjadi masjid oleh Ottoman Sultan Mehmet II ketika kekaisaran menaklukkan Istanbul.

Setelah karya restorasi selama era Ottoman dan penambahan menara oleh arsitek Mimar Sinan, Hagia Sophia menjadi salah satu karya terpenting arsitektur dunia. Di bawah Republik Turki, situs itu menjadi museum.

Ada beberapa kritik terhadap langkah Erdogan mengubah Hagia Sophia menjadi masjid di beberapa kalangan.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengeluarkan pernyataan yang mendesak pemerintah Turki untuk mempertahankan statusnya sebagai museum.

Ankara menyatakan bahwa kemungkinan konversi Hagia Sophia ke masjid adalah masalah internalnya. Presiden Turki mencatat bahwa ada 435 gereja dan sinagog di Turki tempat orang Kristen dan Yahudi dapat berdoa.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait