FOKUS

Dimakamkan di Bogor, Ini Ucapan Duka Musisi Untuk Sapardi Djoko Damono

JAKARTA (tandaseru) – Sastrawan kenamaan Tanah Air, Sapardi Djoko Damono menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Eka Hospital BSD, Tangerang Selatan, Minggu (19/7).

Sapardi meninggal dunia di usia 80 tahun, karena menurunnya fungsi organ tubuh. Sebelum dimakamkan, jenazah akan dibawa terlebih dahulu ke rumah duka di Kompleks Dosen UI Ciputra, Jalan Ir. H.Djuanda, Ciputat, Tangerang Selatan.

Recananya, almarhum akan dimakamkan di Bogor, Jawa Barat, tepat di Taman Pemakaman Giritama, Giri Tonjong, Minggu (19/7) sore. Hal itu disampaikan oleh penulis sekaligus musisi Reda Gaudiamo.

“Sesuai rencana keluarga jenazah akan dimakamkan sore hari ini Ba’da Ashar di Taman Pemakaman Giritama, Giri Tonjong, Bogor,” ujar Reda, Minggu (19/7).

Dalam kondisi pandemi Covid-19 ini pihak keluarga menjalankan prosedur protokol kesehatan, yakni pelayat tidak diperkenankan untuk hadir dalam pemakaman.

“Dengan segala hormat, pelayat tidak diperkenankan mengantarkan atau hadir di pemakaman, sesuai protokol kesehatan dari pemerintah serta persyaratan dari pihak pemakaman,” ucap Reda.

Ucapan belasungkawa para musisi

Sejumlah musisi ikut memberikan ucapan belasungkawa atas meninggalnya sang maestro Sapardi Djoko Damono pada Minggu (19/7) pagi.

Melalui akun Instagram pribadinya, Jason Ranti membagikan unggahan foto disertai keterangan yang ditujukan untuk mendiang Sapardi.

“Si bapak, berlayar ke surga di waktu pagi hari, Saya terima kasih buat banyak hal, buat karya-karyanya. Selamat jalan Pak Sapardi,” tulis Jason Ranti dalam unggahannya.

Sekadar informasi, Jason Ranti pernah membuat lagu berjudul “Lagunya Begini Nadanya Begitu” yang terinspirasi dari puisi “Hujan Bulan Juni” karya Sapardi Djoko Damono.

Musisi lainnya yang berasal dari Bali, Dewa Budjana juga ikut merasa kehilangan atas meninggalnya tokoh sastra Indonesia itu. Dia mengungkapkan memiliki rencana kolaborasi dengan almarhum sebelum akhir wafatnya.

“Rencananya 20 Maret lalu kami berkolaborasi dengan Mas Slamet Raharjo dan Mas Nuno Riantiarno, sesuai keinginan Pak Sapardi untuk melibatkan saya & @tohpati merespons karya beliau ‘Ditunggu Dogot’,” tulis personel Gigi itu.

Sapardi Djoko Damono merupakan sastrawan Indonesia yang aktif sejak tahun 1950-an hingga sekarang. Tak hanya gemar menulis sajak dan puisi, Dia juga memiliki karya tulis lainnya, yakni esai dan cerita pendek.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait