FOKUS

Din Syamsuddin: Fokus Hadapi Corona, Cabut RUU Ciptaker dan Rencana Pindah Ibu Kota

JAKARTA (Tandaseru) – Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin meminta pemerintah untuk membatalkan Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja dan rencana pemindahan Ibu Kota Negara. Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah fokus kepada penanggulangan virus corona.

Din menyebut RUU Ciptaker justru bertentangan dengan amanat konstitusi karena hanya menguntungkan pengusaha ketimbang para pekerja.

“Pemerintah untuk menarik RUU Omnibus Law karena RUU itu lebih menguntungkan pengusaha dari pada pekerja, dan bertentangan dengan amanat konstitusi untuk dilaksanakannya ekonomi kekeluargaan,” kata Din, Selasa (7/4).

Din meminta agar semua pihak bersatu, baik dari sisi hati, pikiran, dan langkah untuk menyelamatkan bangsa dari musibah. Ia berharap semua pihak menunjukkan solidaritas kebangsaan dengan cara membantu masyarakat yang terdampak wabah dan membutuhkan bantuan.

Terkait dengan pemindahan ibu kota, Din menyebut saat ini tidak relevan di tengah situasi darurat virus corona di Indonesia. Ia menilai pemindahan IKN baru saat ini tak mendesak dan sekadar menghambur-hamburkan uang negara.

“Lebih baik dana dimanfaatkan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat,” kata dia.

Seperti diketahui, DP sudah menerima Surat Presiden terkait RUU Omnibus Law Cipta Kerja dalam Rapat Paripurna, Kamis (3/4) lalu. Pembahasan RUU itu pun resmi diserahkan ke Badan Legislasi (Baleg) untuk mulai dibahas dalam waktu dekat.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait