FOKUS

Dipicu Game Online, Seorang Pemuda di Malang Membunuh Temannya

MALANG (tandaseru) – Seorang pemuda asal Jabung, Kabupaten Malang, diamankan Satreskrim Polresta Malang Kota. Pria berinisial MI (18), itu membunuh RD (22), temannya sendiri. Korban dibunuh menggunakan palu besi yang dipukulkan ke kepala.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata, menjelang pelaku dan korban merupakan teman satu tempat kerja yaitu di sebuah bengkel service AC dikawasan Blimbing, Kota Malang. Peristiwa terjadi di tempat kerja pelaku pada Kamis (3/9), pagi.

“Antara pelaku dan korban punya latar belakang sama, yakni bekerja di sebuah bengkel AC. Mereka satu kampung berasal di Jabung, Kabupaten Malang, keduanya sama-sama suka bermain game,” ujar Kapolresta dalam rilis kasusnya, Rabu (9/9).

Meskipun satu tempat kerja dan satu kampung, namun itu tak mampu meredam kekesalan pelaku karena sering dihujat korban. Dalam kekesalannya, terbesit dalam benak pelaku untuk membunuh korban.

Kombes Pol Leonardus menjelaskan, kejadian ini bermula dari permainan game online. Karena MI tak terima sering diolok-olok temannya, MI lantas menghabisi nyawa RD yang merupakan teman kerjanya di salah satu bengkel di Blimbing Kota Malang.

Mereka berdua merupakan teman satu kampung di Jabung, Kabupaten. Sehari-hari mereka tinggal di mess yang disediakan oleh tempat kerjanya. Mereka juga berada dalam satu kamar dan sering main game online.

“Pada Rabu malam, sebelum kejadian, mereka bermain game dan saling mengumpat. Kemudian, tersangka ini merasa sakit hati. Sehingga, merencanakan pembunuhan terhadap korban. Keduanya sempat diam-diaman, tidak saling bicara,” jelas Kombes Pol Leonardus.

“Karena sering diolok, dicaci maki, pelaku kesal dan berencana membunuh korban. Diam-diam kemudian pelaku mengambil palu besi milik bengkel dan memukulkan dua kali ke arah kepala korban, satu bahu kanan serta bagian dada,” sambungnya.

Menurut mantan Wakapolrestabes Surabaya ini, pukulan ke bagian dada bertujuan untuk memastikan apakah korban sudah tewas atau belum. Setelah itu, pelaku kabur dengan menumpang mikrolet dan bersembunyi di sebuah area persawahan.

“Kurang dari 36 jam sejak olah TKP, kami bisa mengungkap keberadaan pelaku dan mengamankannya bersama barang bukti, palu besi, kaos serta handphone,” tandasnya

Atas perbuatannya, tersangka akan dikenakan Pasal 338 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait