FOKUS

Dituding Orang yang Memenjarakan Edhy Prabowo, Ngabalin Buat Laporan ke Polda Metro Jaya

JAKARTA (tandaseru) – Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden, Ali Muctar Ngabalin mendatangi Polda Metro Jaya untuk melaporan dua orang yakni pengamat politik dan sosial Muhammad Yunus Hanis serta Bambang Beathor Suryadi pada Kamis (3/11).

Keduanya dilaporkan Ngabalin lantaran dianggap melakukan pencemaran nama baik karena disebut orang yang memenjarakan eks Menteri KKP, Edhy Prabowo. Selain itu, dia juga dituduh perjalanan dinas ke Amerika dibiayai oleh penyuap tersangka KPK tersebut.

“Saya difitnah bahwa memililki kontribuso sebagai orang yang berperan memenjarakan Pak Edhy Prabowo, keluarganya mendengar hal ini sakit sekali. Karena itu saya menyampaikan pernintaan maaf atas berita bohong ini,” kata Ngabalin kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (3/12).

Laporan Ngabalin terdaftar dengan nomor : LP/7209/XI/YAN2.5/2020/SPKT PMJ, tanggal 3 Desember 2020. Kedua terlapor dipersangkakan terkait tindak pidana pencemaran nama baik dan fitnah melalui media elektronik. Mereka dijerat Pasal 27 Ayat 3 Jo Pasal 45 ayat 3 Undang-Undang (UU) Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 310 KUHP dan Pasal 311 KUHP.

Sementara itu, Ngabalin menganggap tuduhan yang dilemparkan kepada dirinya itu sebagai bentuk adu domba antara dia dan KPK. Karenanya, dia merasa nama baiknya tercemar dan melaporkan dua orang tersebut ke polisi.

“Saya merasa bahwa mereka sedang membenturkan saya dengan lembaga negara yang namanya KPK. Karena itu saya mengatakan kalau sekiranya di Bandara, pasti KPK sudah punya data, fakta-fakta awal berita, sehingga jangan ajari KPK,” jelasnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Ngabalin, Razman Nasution menerangkan kedua terlapor menuding kliennya melalui media online www.law-justice.com dan www.lapan6online.com.

Maka selain, melaporkan keduanya ke polisi, pihaknya juga akan melaporkan kedua media online tersebut ke Dewan Pers karena dianggap tidak bisa mengklarifikasi pemberitaan.

“Nah oleh karena itu disini kami melaporkan unsur pidananya dan medianya kita laporkan ke Dewan Pers,” terangnya.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com