FOKUS

Dokter Abal-Abal Malpraktik Filler Payudara Dapat Sertifikat Hanya Belajar Satu Hari dengan Dokter yang Masih Buron

JAKARTA (tandaseru.id) – Polisi masih memburu satu orang berinisial LC dalam kasus malpraktik filler payudara terhadap dua orang model yang melapor ke Polres Metro Jakarta Barat.

Sejauh ini, pengakuan tersangka SR yang melakukan praktik filler payudara terhadap korban mengaku kalau LC merupakan seorang dokter.

Dia mendapatkan ijazah atau sertifikat penyuntikan filler payudara hanya dengan belajar dengan LC selama satu hari di sebuah hotel di Tamansari, Jakarta Barat.

“Dengan ijazah itu yang digunakan tersangka LC ini untuk mengelabui para korbannya yang bersangkutan memiliki sertifikasi terkait filler payudara itu,” kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo kepaea wartawan, Kamis (8/4).

Ady mengungkapkan tersangka SR membayar sejumlah uang untuk bisa mendapatkan sertifikat tersebut dari LC. Namun, dia tidak membeberkan berapa jumlah uang yang harus dibayarkan tersebut.

“Ya namanya privat dia bayar satu hari. Terus setelah itu dia buka praktek melalui online kemudian ada yang kemarin sebagai pelapor dan korban bahwa dari praktek filler itu sangat membahayakan karena setelah penyuntikan atau filler tersebut masih ada cairan yang tersisa. Dia menyampaikan kalau memang kurang besar ukurannya bisa disuntukan sendiri,” terangnya.

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Barat telah menangkap dua orang tersangka dalam kasus ini. Keduanya berinisial SR dan ML. SR berperan sebagai dokter abal-abal yang melakukan praktek filler payudara terhadap dua orang model.

Sementara itu, tersangka ML berperan sebagai penjual cairan silikon yang kerap dibeli oleh tersangka SR untuk disuntikan ke para korbannya.

Dari penangkapan tersangka ML, polisi melakukan penggeledahan dikediaman ML. Hasilnya, polisi mengamankan barang bukti berupa ratusan botol cairan diduga cairan silikon.

“Disana kami mengamankan tersangka ML dimana yang bersangkutan adalah orang yang selalu dihubungi SR untuk menjual cairan tersebut. Sebanyak 298 botol kita amankan berarti sekitar 298 liter. Itu bisa digunakan dosis itu untuk 1.000 orang,” beber Ady.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com