FOKUS

Dua Hari Operasi Yustisi saat PSBB Ketat: 23 Rumah Makan Ditutup Karena Masih Perbolehkan Makan Ditempat

JAKARTA (tandaseru) – Satgas gabugan operasi yustisi menutup sementara 23 rumah makan (restoran) karena melanggar aturan saat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat di Ibukota. Jumlah ini merupakan hasil operasi selama 14-15 September 2020.

“Ada kluster di rumah makan yang bersama-sama sudah kita lakukan penindakan operasi yustisi, ada 23 restoran atau rumah makan yang sudah kita tutup,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (16/9).

Yusri menerangkan rumah makan yang ditutup sementara itu karena tidak mengindahkan aturan dalam Pergub nomor 88 tahun 2020 yakni masih melayani pengunjung untuk makan ditempat (dine-in).

“Pergub 88 untuk restoran atau rumah makan itu cuma bolehkan take away atau bungkus, tidak boleh makan di situ. Tetapi kami temukan 23 rumah makan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan Pergub No 88 Tahun 2020 mengenai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang akan kembali diterapkan di DKI Jakarta mulai 14 September 2020. Dalam aturan itu, restoran hingga kafe dilarang melayani makan di tempat atau dine in.

“Beberapa tempat kegiatan yang bisa beroperasi tapi dengan kondisi tertentu, restoran, rumah makan, dan kafe bisa beroperasi hanya dengan memberikan pengantaran atau ambil bawa pulang. Tetapi tidak diizinkan menerima pengunjung makan di tempat,” kata Anies dalam jumpa pers yang disiarkan kanal YouTube Pemprov DKI Jakarta, Minggu (13/9).

Anies mengatakan restoran hingga kafe di DKI Jakarta hanya diperbolehkan melayani pesanan yang dibawa pulang atau pesan antar.

“Beroperasi bisa, tapi hanya untuk pesan antar atau bawa pulang,” ujarnya.

 

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait