FOKUS

Dubes Darmansjah Djumala Pimpin Debat Umum Konferensi Reguler IAEA ke-64

WINA (tandaseru) – Wakil Tetap RI untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organisasi Internasional Lainnya di Wina, Austria, Dr. Darmansjah Djumala, memimpin Sesi Debat Umum hari kedua 64th General Conference of the International Atomic Energy Agency (IAEA).

Mewakili Kelompok Regional South-East and Asia Pacific (SEAP), Duta Besar Darmansjah Djumala merupakan salah satu dari 8 Vice-President Konferensi Internasional ini. Sesi Debat Umum hari kedua Konferensi Reguler IAEA ke-64 itu digelar pada 22 September 2020.

Pertemuan yang berlangsung pada 21 – 25 September ini diikuti oleh perwakilan negara anggota IAEA, Badan-badan Khusus PBB, organisasi antar pemerintah serta organisasi non-pemerintah.

Dubes Darmansjah menyampaikan terpilihnya Indonesia sebagai salah satu Vice-President GC IAEA memiliki arti penting bagi diplomasi Indonesia sebagai anggota IAEA.

Hal ini menunjukkan posisi strategis Indonesia dalam mendukung implementasi program aplikasi teknologi nuklir IAEA yang membumi, seperti penanganan limbah plastik melalui program NUTEC Plastic dan penanganan penyakit zoonotik melalui program ZODIAC.

Pertemuan General Conference tahun ini dilaksanakan di tengah situasi pandemi sehingga pengaturan dan pembatasan diberlakukan, termasuk pembatasan jumlah delegasi dalam ruang pertemuan dan penyampaian pernyataan nasional yang dilakukan oleh para Menteri dari lebih sekitar 50 negara melalui video.

Menteri Luar Negeri RI Retno L.P. Marsudi menyampaikan pernyataan nasional melalui video pada hari pertama (21/9) yang menekankan agar IAEA tetap relevan sebagai organisasi yang membawa misi menjaga perdamaian dunia, sekaligus berkontribusi dalam upaya global menanggulangi pandemi Covid-19.

Selain Debat Umum, Pertemuan General Conference 2020 ini membahas beberapa isu termasuk mengenai the IAEA and the COVID-19 Pandemic dan beberapa rancangan resolusi terkait nuclear safeguards, nuclear security, nuclear and radiation safety, kerja sama teknis, dan aplikasi nuklir.

Beberapa agenda lainnya juga dilaksanakan di sela-sela General Conference, termasuk kolaborasi negara-negara MIKTA  (Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki dan Australia) bertema “Lesson Learned from COVID-19 and the Way Forward for Technical Cooperation” dan Scientific Forum 2020.

Di sela-sela Pertemuan, Indonesia dan IAEA juga menandatangani dokumen Country Program Framework / CPF (Kerangka Program Negara) untuk periode tahun 2021-2025.

Dokumen CPF yang dirancang oleh Batan dan Bapeten ini merupakan dokumen rencana strategis jangka menengah yang akan dijadikan acuan dalam pelaksanaan kerja sama teknis pemanfaatan teknologi nuklir untuk tujuan damai. General Conference IAEA ke-64 ditutup pada Jumat (25/9).

 

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait