FOKUS

Dukun Santet dan Mak Lampir Turun Aksi Demo Tolak Omnibus Law: Kalau Sudah Turun, Jangan Salahkan Kami

JAKARTA (tandaseru) – Dukun santet dan Mak Lampir turun ke jalan untuk unjuk rasa menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di Patung Kuda Arjuna Wijaya Jakarta Pusat pada Jumat (16/10). Mereka bergabung dengan aliansi Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI).

Dalam aksi teatrikal yang dilakukan oleh massa itu dilakukan dalam rangka protes akan tindakan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI yang mensahkan UU Omnibus Law Cipta Kerja tersebut.

“Seribu tahun Mak Lampir bertapa di Gunung Merapi, kini dia turun untuk ikut protes Omnibus Law. Bahkan Mak Lampir saja ikut resah,” ujar orator dari SRMI, Jumat (16/10).

Selain itu, massa dari SRMI juga turut membawa keranda mayat dengan dituliskan “RIP Hati Nurani DRP”.

Sambil melakukan teatrikal, dukun-dukun santet yang ikut dihadirkan ikut membacakan mantra dan mengirimkan santet kepada anggota DPR.

“Ritual ini satu-satunya mengalahkan pejabat dalam UU Omnibus Law. Kalau dukun santet sudah turun, jangan salahkan kami,” ujar orator.

“Ayo kita tiup ubun-ubun anggota DPR untuk mengusir setan yang ada di tubuh anggota DPR. Kita tidak usir orangnya, tetapi kita usir setannya,” sambungnya.

Sebelumnya, massa aksi dari SMRI ikut turun ke jalan dalam rangka menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja pada Jumat (16/10). Aksi ini juga bertepatan dengan massa lainnya dari aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia atau BEM SI

Tuntutan massa BEM SI tetap sama seperti pada aksi Kamis, 8 Oktober lalu, yakni mencabut Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja yang telah disahkan oleh DPR RI dan meminta Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk menerbitkan Perppu.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait