FOKUS

Eks Kadiv Hubinter Polri Bantah Kenal Tommy Sumardi dan Terima Suap untuk Hilangkan Red Notice Djoko Tjandra

JAKARTA (tandaseru) – Eks Kadiv Hubinter Polri Irjen Pol Napoleon Bonaparte mengaku tidak mengenal sama sekali pengusaha Tommy Sumardi yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pemberi suap untuk menghilangkan red notice Djoko Tjandra.

“Tidak, sebelumnya tidak (mengenal Tommy Sumardi),” kata Napoleon di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (27/8).

Sementara itu, kuasa hukum Napoleon Gunawan Raka menegaskan bahwa kliennya itu baru mengenal Tommy Sumardi setelah namanya ikut terseret dalam dugaan kasus suap penghapusan red notice.

Selain itu, Gunawan juga menampik jika kliennya telah menerima suap dari Tommy Sumardi untuk menghapus red notice Djoko Tjandra saat masih menjadi buronan.

“Jenderal Napoleon itu tidak pernah kenal dengan yang namanya Tommy Sumardi sebelum ada persoalan ini menjadi gaduh. Jadi tidak mengenal secara pribadi,” ujar Gunawan.

“Jenderal Napoleon Bonaparte secara tegas menolak bahwa Jenderal Napoleon tidak pernah menerima uang atau barang sebagaimana yang selama ini diberitakan baik itu dari Tommy Sumardi, Brigjen Prastijo Utomo, Djoko Tjandra apalagi pihak lainnya,” ucapnya.

Sebelumnya, Penyidik Bareskrim Polri telah memeriksa Irjen Pol Napoleon, Brigjen Prasetijo dan Tommy Sumardi pada Selasa (25/8) lalu. Mereka diperiksa sebagai tersangka dalam kasus suap penghapusan red notice Djoko Tjandra.

Tersangka Irjen Napoleon dan Brigjen Prasetijo diperiksa selaku penerima suap. Sedangkan, Tommy Sumardi diperiksa selaku pemberi suap.

Dalam pemeriksaan yang berlangsung selama hampir 12 jam, penyidik mengajukan 70 pertanyaan kepada tersangka Napoleon. Kemudian, 50 pertanyaan kepada tersangka Prasetijo dan 60 pertanyaan kepada tersangka Tommy Sumardi.

“Pertanyaan-pertanyaan tersebut antara lain, mencari tahu siapa saja yang menyerahkan atau yang memberikan suap dan siapa saja yang menerima suap, kemudian apakah yang terjadi. Jadi penyidik tentunya akan menelisik secara mendalam apa yang terjadi terkait dengan penyuapan itu,” kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Awi Setiyono.

Dalam hal ini, penyidik memutuskan tidak menahan Napoleon dan Tommy Sumardi seusai keduanya menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus suap penghapusan red notice Djoko Tjandra.

“Kalau ditanya kenapa tidak ditahan, tentunya kembali lagi ini adalah hak prerogatif dari penyidik terkait dengan syarat subjektif maupun objektif terkait penahanan,” ujar Awi.

Awi pun menyampaikan bahwa pertimbangan penyidik tidak melakukan penahanan terhadap mantan Kadiv Hubinter Polri dan pengusaha tersebut lantaran keduanya dinilai kooperatif. Sehingga, keduanya pun tidak dilakukan penahanan.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait