FOKUS

Erdogan dan Putin Komitmen Jaga Gencatan Senjata di Nagorno-Karabakh

ISTANBUL (Tandaseru) – Presiden Turki Erdogan membuka komunikasi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa kesepakatan gencatan senjata Armenia dan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh langkah tepat menuju solusi jangka panjang.

Seperti diketahui, pasukan penjaga perdamaian Rusia telah dikerahkan ke Nagorno-Karabakh pada Selasa (10/11) sesuai kesepakatan gencatan senjata. Sementara itu Turki adalah sekutu dekat Azerbaijan.

Selama pertempuran, Turki memasok persenjataan untuk Azerbaijan hingga dapat merebut kembali sejumlah wilayah yang dikontrol etnis Armenia.

Dilansir Reuters, melalui telepon, Erdogan mengatakan kepada Putin bahwa Turki akan mendirikan pusat untuk mengamati gencatan senjata bersama dengan Rusia. Lokasi pusat pengamatan gencatan senjata itu, menurut Erdogan, di tanah yang dibebaskan dari pendudukan Armenia, yang ditentukan oleh Azerbaijan.

Erdogan juga mengungkapkan pentingnya membuka koridor antara Azerbaijan dan Nakhchivan agar warga Azerbaijan dapat kembali ke Karabakh. Nakhchivan dipisahkan lokasinya dari Azerbaijan oleh Armenia. Azerbaijan mencoba mendapatkan kembali tanah yang hilang selama perang pada 1990-an. Mereka memuji kesepakatan itu sebagai kemenangan.

Pasokan senjata dan dukungan diplomatik Turki memberi Azerbaijan keunggulan dalam perang tersebut. Azerbaijan berhasil memperluas wilayah yang mereka kontrol di Karabakh. Rusia, yang memiliki pakta pertahanan dengan Armenia dan pangkalan militer di sana, tampaknya menyambut kesepakatan itu sebagai tanda bahwa mereka masih menjadi penengah utama di Kaukasus Selatan yang kaya sumber energi.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com