FOKUS

Euforia The Jakmania dan Kekecewaan Bobotoh Persib, Bagaimana Kelanjutan Liga 1 dan 2?

JAKARTA (tandaseru.id) – Persija Jakarta atau Macan Kemayoran yang menjadi juara Piala Menpora 2021 mendapat sambutan meriah dari para pendukungnya atau The Jakmania secara spontan, sehingga tumpah ruah di sejumlah jalanan Jakarta untuk euforia juara.

Selain itu sebagian pendukung Persib Bandung atau bobotoh Persib ada juga yang menumpahkan kekecewaan dengan merusak kantor PT Persib Bandung dan melakukan tidak pantas dengan melakukan sweeping terhadap kendaraan plat B.

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan menegur Head of Dept Suporter Development and Fan Engagement PSSI, Budiman Dalimunthe dan ingin kejadian-kejadian seperti ini tidak terulang lagi.

Pasalnya, Iriawan sebelumnya telah memberikan arahan kepada seluruh suporter agar tidak datang ke stadion, tidak nonton bareng, tidak melakukan kerumunan massa, tidak melakukan konvoi euforia kemenangan atau aksi tidak terpuji bila timnya kalah, hal ini karena masih suasana pandemi Covid-19.

Secara penyelenggaraan Piala Menpora 2021 berjalan sukses, lancar dan protokol kesehatan diterapkan dengan ketat. Piala Menpora ini juga menjadi momentum menuju kick off Liga 1 dan 2 2021 yang rencananya digelar bulan Juli mendatang.

Head of Dept Suporter Development and Fan Engagement PSSI, Budiman Dalimunthe menyayangkan dua kejadian tersebut. Padahal PSSI melalui ketua dua suporter klub tersebut yakni Diky Soemarno (The Jakmania) dan Heru Djoko (Viking Persib Club) terus berkomunikasi agar tidak melakukan kegiatan terkait pengumpulan massa. Hal ini karena masih dalam pandemi Covid-19.

“Untuk pendukung Persija sebelumnya kami sudah menjalin komunikasi yang baik dengan Ketua The Jakmania (Diky Soemarno) agar tidak ada suporter yang datang ke stadion, nonton bareng dan melakukan konvoi kemenangan. Pengurus Jak Mania sudah memberikan arahan kepada anggotanya untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan tersebut. Bahkan di Solo, pendukung Persija mampu menahan diri untuk tidak merayakan euforia di jalan,” kata Budiman.

Budiman menambahkan untuk pendukung Persib, hal ini karena mereka kecewa tim kesayangan mereka kalah di final. Untuk itu mereka melakukan aksi yang kurang terpuji di kantor sekretariat PT Persib.

“Bobotoh sebelumnya kami sudah kami edukasi dan berikan arahan kepada mereka agar tidak datang stadion, nonton bareng, konvoi atau membikin kerumunan. Namun mereka secara spontan malah melakukan tindakan-tindakan yang membuat kerugian. Tentu hal ini sangat kami sayangkan dan semoga kedepan tidak terjadi lagi,” kata Budiman.

“Terkait euforia spontan di Jakarta dan aksi di Bandung, kami juga mohon maaf. Insya Allah kami akan lebih intens berkomunikasi dengan teman-teman suporter semua klub agar tidak hanya mengawal dan menjaga kondusifitas di kota-kota penyelenggara tetapi juga intens mencegah euforia dan aksi kecewa di kota asal (domisili) tim yang sedang bertanding,” tukas Budiman.

 

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com