Fadli Zon Respons Usulan Masa Bakti Presiden Satu Periode 7 Tahun

Tandaseru – Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Fadli Zon menilai bahwa usulan agar masa bhakti Presiden adalah 7 tahun dalam satu periode adalah wacana yang membahayakan bagi kelangsungan demokrasi di Indonesia.

“Saya kira itu wacana sangat berbahaya bagi demokrasi kita, harus dihentikan karena itu akan memicu kontroversi dan kegaduhan yang tak akan ada hentinya,” kata Fadli Zon di Lemhanas, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Sabtu (23/11).

Bagi Fadli, masa jabatan Presiden maksimal 2 periode kepemimpinan dengan 5 tahun untuk per periode sudah tidak perlu diubah-ubah lagi. Dan ia menegaskan bahwa batas masa jabatan Kepala Negara itu merupakan amanat konstitusi yang harus diikuti saja.

“Jadi cukup 2 periode itu saya kira itu sudah jadi konvensi kita, sudah menjadi amanat konstitusi kita, jangan sampai ada orang yang mencoba-coba lagi mau 3 periode, makin kacau nanti negara ini,” ujarnya.

Jika wacana ini dibiarkan terus bergulir dan menjadi atensi untuk ditindaklanjuti, mantan Wakil Ketua DPR RI itu khawatir akan ada usulan-usulan yang tak penting lagi ke depannya.

“Nanti kalau itu diubah akan membuka kotak pandora. Orang mengubah apa yang lain-lain bisa ada perntanyaan (seperti) dasar negara, pertanyaan-pertanyaan lain ini itu, orang Indonesia asli atau bukan. Soalnya bisa saja orang akan meminta itu nanti,” tuturnya.

Fadli mengingatkan kepada siapapun yang mengeluarkan wacana itu agar menyudahi usulan yang dianggapnya tidak penting. Apalagi wacana semacam itu muncul di tengah-tengah kondisi nasional yang dianggapnya masih banyak yang perlu dievaluasi lagi.

“Lebih bagus hal-hal yang sudah menjadi konvensi ya sudahlah, jangan menimbulkan kegaduhan baru di saat situasi kita seperti saat ini, ekonomi masih kacau, saya kira ada ancaman disintegrasi sosial, disintegrasi nasional,” tegasnya.

“Jangan memicu hal-hal yang tidak ada gunanya dan malah memperparah situasi aja,” tutup Fadli.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait