FOKUS

Fakta Baru Kasus Klinik Aborsi Ilegal Jakpus: Proses Pengguguran Janin Hanya Butuh Waktu 5 Menit

JAKARTA (tandaseru) – Polisi menemukan fakta baru dalam kasus klinik aborsi ilegal di Jalan Percetakan Negara III, Jakarta Pusat. Dalam menjalankan aksinya, proses aborsi hanya butuh waktu 5 menit.

Hal ini terungkap saat penyidik Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya menggelar rekontruksi kasus tersebut di lokasi klinik pada Jumat (25/9).

“Jadi pada saat proses pengambilan vakum atau melakukan aborsi itu estimasi hanya 5 menit saja,” tutur Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak di lokasi, Jumat (25/9).

Jika ditotal, kata Calvijn, untuk proses tindakan mulai dari persiapan hingga pemulihan pasien di klinik tersebut hanya membutuhkan waktu selama 15 menit.

Setelah proses tindakan, para tersangka kemudian melakukan penghilangan barang bukti. Namun, klinik ini tak menggunakan bahan kimia dalam proses penghilangan barang bukti ini.

“Ini bisa dibuktikan si asisten dokter ini membuang gumpalan darah yang merupakan hasil aborsi ke dalam toilet yang ada di ruang tindakan,” ujar Calvijn.

Calvijn menuturkan penyidik dibantu tim labfor telah membuka septic tank dan menemukan barang bukti berupa hasil aborsi yang dibuang tersangka.

Dalam rekonstruksi hari ini, penyidik menggelar 63 adegan. Yakni mulai proses perencanaan, persiapan, pelaksanaan, hingga proses penghilangan barang bukti.

“Jalannya rekonstruksi ini di lima lokasi, kita pusatkan satu yaitu di rumah yang dilakukan aborsi ilegal,” ucap Calvijn.

Ditreskrimum Polda Metro Jaya sebelumnya membongkar klinik aborsi ilegal di Jalan Percetakan Negara III, Jakpus. Dalam kasus ini, polisi menetapkan 10 orang sebagai tersangka.

Beroperasi sejak tahun 2017, klinik ini telah melayani lebih dari 32 ribu pasien. Selama beroperasi, keuntungan yang diperoleh ditaksir mencapai Rp10 miliar.

Klinik aborsi ilegal ini beroperasi setiap hari, kecuali hari Minggu mulai pukul 07.00 hingga pukul 13.00 WIB. Tiap harinya, klinik aborsi ilegal itu melayani lima sampai enam pasien.

 

 

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait