FOKUS

Fakta Baru: Napi yang Kabur dari Lapas Tangerang Bawa Lari Hp Milik Teman Satu Sel

JAKARTA (tandaseru) – Polisi mengungkap fakta baru dalam kasus narapidana yang kabur dari Lapas Klas I Tangerang bernama Cai Changfan alias Cai Ji Fan. Ternyata sang napi kabur membawa bekal ponsel milik rekannya sesama satu sel.

“Diambil keterangan dari teman satu sel dan bilang tersangka sudah melarikan dan bahkan sempat membawa hp dari si teman satu kamarnya atau satu sel tersangka tersebut,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus kepada wartawan, Rabu (30/9).

Saat ini, polisi bersama pihak Lapas sudah membentuk tim khusus untuk mengejar terpidana mati kasus narkoba tersebut.

“Ada enam tim yang telah kita bentuk dari Polda Metro dipimpin langsung dari Dirkrimum dan Dirnarkoba dan bersama oleh Polres Tangerang Kota dan dibantu tim dari lapas,” ungkap Yusri.

Diketahui, Cai Ji Fan narapidana asal China di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas 1 Tangerang melarikan diri melalui gorong-gorong yang dibuatnya, pada Senin (14/9).

Gorong-gorong tersebut diduga dibuat dari kamar tahanan selama enam bulan hingga menembus saluran pembuangan air perkampungan warga di Jalan Veteran, RT 003 RW 4 Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang. Tepatnya berada di sebelah kiri pintu gerbang Lapas.

Belakangan diketahui bahwa Cai Ji Fan menggali gorong-gorong tersebut dengan menggunakan alat perkakas bangunan seperti sekop, obeng hingga pompa air.

“Adapun pompa air selang kita juga masih mendalami kenapa yang bersangkutan bisa menghadirkan pompa air itu dalam tempatnya,” pungkas Yusri.

Selain itu, pemeriksaan saksi yang ada, ternyata terpidana itu sempat membeli rokok di sekitar lapas dan pulang ke rumahnya setelah kabur. Saat ini, polisi dan pihak lapas sudah berkoordinasi dengan Ditjen Imigrasi Kemenkumham RI untuk mencegah Cai ke luar negeri.

Selain itu, juga telah berkoordinasi dengan Disdukcapil untuk memblokir KTP yang bersangkutan. Sebab, pria asal China itu diketahui telah berpindah kewarganegaraan Indonesia dan memiliki e-KTP.

“Itu salah satu upaya kita untuk kita melakukan koordinasi dengan yang lain atau bisa mempersempit ruang gerak dari pada si tersangka,” Yusri menambahkan.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait