FOKUS

Faktor Arah Angin, Pemadaman Kebakaran Hutan Gunung Ciremai Sulit

Tandaseru – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan menginformasikan arah angin yang terus berubah menyulitkan pemadaman kebakaran hutan di Gunung Ciremai, Jawa Barat Jumat (9/8) sehingga api masih menyala di beberapa titik.

Pantauan BPBD api menyala tidak hanya di bekas areal terbakar tetapi menjalar ke sekitar perbatasan antara habitat edelweis dan hutan alam di wilayah timur, sedangkan angin bertiup ke arah utara.

Arah dan kecepatan angin memicu terjadinya loncatan bara api yang dapat memperluas areal terbakar. Pada pukul 15.30 WIB tadi (9/8) api membesar dari pos 5 ke Loji atau area dekat kawah burung. Selanjutnya pada pukul 17.00 WIB ditemukan 2 titik api baru.

Selain kondisi angin, lokasi kebakaran berada di atas ketinggian 2.600 m di atas permukaan laut, Selain itu, kendalanya saat ini adalah sumber daya manusia yang terbatas dengan dukungan prasarana terbatas. Penanganan tim darat masih menggunakan cara manual.

Dukungan 2 heli jenis Bell belum optimal untuk melakukan pengeboman air atau water-bombing. Besok direncanakan untuk pengemboman, pada pukul 06.00 – 10.00 WIB. Estimasi luasan hutan terbakar sekitar 328 hektar.

BPBD Kabupaten Kuningan mencatat personel yang terlibat dalam penanganan Kebakaran Hutan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) berjumlah 150 orang. Mereka terdata di Pos Palutungan dan berasal dari BPBD Kuningan, TNGC, Polhut Perhutani, Brimob, MPGC Palutungan, masyarakat dan sukarelawan yang tersebar di Pos Lapangan Palutungan, Pos Pantau Puncak Ciremai, pos taktis Sanghiyang Ropoh, Pos logistik Pangguyangan Badak dan Pasanggrahan.

Plh. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo mengatakan BNPB dan BPBD Provinsi Jawa Barat telah berada di lokasi untuk mendukung penanganan darurat kebakaran hutan.

Terkait dengan pendaki yang berada di TNGC, sejumlah 69 orang telah berhasil dievakuasi. Mereka dievakuasi dari tiga jalur pendakian yang berbeda. 33 orang di jalur pendakian Apuy, 31 dari Palutungan, dan sisanya dari Linggarjati.

Kebakaran yang terlihat pada awal mula terjadi di blok Gua Walet, puncak Gunung Ciremai, Kelurahan Argamukti, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Asap termonitor pada Rabu (7/8), pukul 15.10 WIB dari wilayah Argalingga, Kabupaten Majalengka.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait