FOKUS

FIB Desak Kabareskrim Segera Tahan Tommy Sumardi

JAKARTA (tandaseru) – Forum Indonesia Bersatu (FIB) mendesak Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo segera menahan Tommy Sumardi (TS), tersangka kasus suap penghapusan red notice Djoko Tjandra.

Hal ini diutarakan oleh Koordinator aksi FIB, Lisman Hasibuan dalam unjuk rasa yang dilakukan di depan Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Jumat (11/9) siang.

“Kami minta ketegasan Kapolri Jenderal Polisi Idham Aziz agar Kabareskrim segera menangkap dan menahan Tommy Sumardi (paling lambat) hingga minggu depan ini,” kata Lisman.

Dia menyebut mewakili beberapa elemen lain ini geram karena hingga saat ini Tommy yang disebut sebagai makelar kasus (markus) dan kerap menjual nama-nama petinggi Polri tetapi tidak dilakukan penahanan hingga saat ini.

“Karena kami lihat bahwa TS sering menjual nama petinggi-petinggi Polri yang hal ini untuk meloloskan niat-niat kejahatan mafia-mafia yang selama ini dikerjakan termasuk berkaitan dengan kasus Djoko Tjandra,” ucapnya.

Selanjutnya, kata Lisman, jika Tommy Sumardi tetap tidak ditahan terkait kasusnya tersebut. Pihaknya akan kembali melakukan aksi yang lebih besar lagi pekan depan.

“Kita akan kembali melaksanakan aksi yang lebih besar lagi dan kita minta kalau Kabareskrim mau tegak lurus mau berantas mafia hukum, tersangka lain kan sudah ditahan. Kok TS sudah tersangka tidak ditahan, kan sesuatu yang tidak adil,” ujarnya.

Diketahui, perkara kasus penghapusan red notice Djoko Tjandra ditangani oleh Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dit Tipikor) Bareskrim Polri. Dalam perkara tersebut penyidik telah menetapkan empat orang tersangka.

Keempat tersangka tersebut, yakni Djoko Tjandra, eks Kadiv Hubinter Polri Irjen Pol Napoleon Bonaparte, Prasetijo, dan pengusaha Tommy Sumardi.

Penyidik menetapkan Djoko Tjandra dan Tommy sebagai tersangka pemberi gratifikasi atau suap. Sedangkan, Napoleon dan Prastijo ditetapkan sebagai tersangka penerima suap.

“Ada barang bukti berupa uang 20 ribu USD, surat, HP, laptop, dan CCTV,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono di Bareskrim Polri, Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (14/8).

Namun, hingga saat ini Irjen Pol Napoleon Bonaparte dan Tommy Sumardi masih melenggang bebas karena Polri belum melakukan penahanan terhadap keduanya.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait