FOKUS

Ganti Kepanjangan NKRI Hingga Sebut UU Ciptaker Bukti Negara Dikuasai Cukong, Petinggi KAMI Anton Permana Ditahan

JAKARTA (tandaseru) – Polisi menahan sembilan tersangka yang sebagian merupakan petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) soal kasus ujaran kebencian dan penghasutan soal UU Omnibus Law Cipta Kerja yang berujung tindakan anarkis saat demo.

Dari total tersangka, salah satunya adalah Deklarator KAMI, Anton Permana alias AP. Dia ditangkap lantara menghasut dengan mengunggah postingan melalui Facebook dan Youtube yang mengganti kepanjangan NKRI menjadi ‘Negara Kepolisian Republik Indonesia’.

“Tersangka AP menuliskan di FB dan Youtube. Dia sampaikan di FB dan Youtube banyak sekali misalnya multifungsi Polri melebihi dwifungsi ABRI, NKRI jadi Negara Kepolisian Republik Indonesia,” kata Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (15/10).

Argo menyebut postingan tersangka Anton lainnya yakni berkaitan dengan disahkan UU Cipta Kerja. Dalam postingan tersebut Anton berucap jika negara sudah dijajah.

“Juga ada disahkan UU Ciptaker bukti negara telah dijajah dan juga negara tak kuasa lindungi rakyatnya, negara dikuasai cukong, VOC gaya baru,” beber Argo.

Dari tangan tersangka Anton, Polri menyita sejumlah barang bukti antara lain flashdisk, hp, laptop dan bukti postingan tersangka. Untuk Anton sendiri polisi mengenakan Pasal 28 ayat 2, 45a ayat 2 UU ITE Pasal 14 ayat 1 dan 2 dan Pasal 15 UU 1 tahun 1946 dan 207 KUHP dengan ancaman penjara 10 tahun.

Sebelumnya, Bareskrim Polri telah menetapkan dan menahan sembilan orang dalam kasus ujaran kebencian dan penghasutan terkait UU Omnibus Law Cipta Kerja yang berujung tindakan anarkis di sejumlah wilayah Indonesia.

Dari sembilan orang tersebut, empat diantaranya ditangkap di Jakarta. Mereka yakni Anggota Komite Eksekutif KAMI Syahganda Nainggolan, Deklator Anggota Komite Eksekutif KAMI Jumhur Hidayat, Deklator KAMI Anton Permana dan penulis sekaligus mantan caleg Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kingkin Anida.

Sedangkan empat orang lainnya ditangkap di Medan, Sumatera Utara. Mereka masing-masing yakni; Ketua KAMI Sumatera Utara Khairi Amri, Juliana, Devi, dan Wahyu Rasari Putri. Selain itu, polisi menangkap seorang berinisial DW terkait kasus yang sama.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com