FOKUS

Gelar Simulasi Pengamanan Kerusuhan Demo, Polri Minta Awak Media Pentingkan Proteksi Diri

Tandaseru – Polri menggelar simulasi pengamanan saat terjadi kerusuhan ditengah massa unjuk rasa di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok pada Sabtu (26/10). Simulasi pengamanan ini diberikan khususnya untuk awak media yang meliput agar bisa terus mementingkan proteksi diri.

Saat simulasi, para wartawan diberi fasilitator agar mengetahui titik aman untuk peliputan. Para wartawan juga diberi helm dan rompi bertulisan ‘Pers’ untuk membedakan perusuh dengan wartawan.

Karo Multimedia Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Budi Setiawan mengatakan pelatihan dilakukan untuk memberi gambaran kepada awak media ketika melaksanakan peliputan saat kerusuhan demo.

“Kadang-kadang media itu kan ingin dapat gambar yang akurat, padahal bisa zoom, zoom kurang akurat, dia mendekat sekali, padahal itu daerah berbahaya, bahkan anggota pun tidak berani ke titik itu. Kadang emosi (anggota Polri) sudah lain, jadi agar supaya saling menjaga, semua kalau kena (kekerasan) jadi masalah, menghindari itu, mungkin nanti ada cara-cara tertentu, bukan membatasi, tapi saling menjaga,” kata Budi di lokasi, Sabtu (26/10).

Dalam penanganan demo, lanjut dia, Korps Brimob membagi situasi ke dalam tiga indikator warna, yakni hijau, kuning, dan merah. Untuk warna hijau diartikan kondisi massa masih tertib, sedangkan situasi kuning dan merah berarti massa mulai rusuh dan anarkis. Pada saat itulah wartawan diharapkan memposisikan diri berada di luar kerumunan massa atau di belakang personel kepolisian.

“Beberapa tugas utamanya adalah penanganan terorisme domestik, penganan kerusuhan, penegakan hukum berisiko tinggi, dan penyelamatan atau SAR. Dalam penanganan unjuk rasa untuk memberikan perlindungan pengetahuan kepada media diharapkan ke depannya dapat bisa mengamankan diri pada saat meliput setiap kejadian,” ujar Budi.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait