FOKUS

Goo Hara Meninggal, Sadarkan Pentingnya Regulasi Komentar Jahat

Tandaseru – Kabar meninggalnya artis cantik, Goo Hara menyita perhatian dan duka mendalam. Hal tersebut juga menyadarkan masyarakat terkait pentingnya regulasi yang kuat atas komentar-komentar jahat.

Diketahui, selama hidup Goo Hara seringkali dikritik dan mendapatkan komentar-komentar jahat (bully). Karena sering dibully, Goo Hara sempat mengalami depresi.

Dilansir dari Koreaboo, Senin (25/11), Direktur Entertainment Management Association, Song Sung Min mengatakan bahwa kasus komentar jahat terhadap artis wanita sudah sangat serius.

“Pelecehan seksual dan komentar jahat terhadap selebriti wanita sudah sangat serius,” kata Song Sung Min.

Berdasarkan hal itu, banyak pihak menilai, perlu adanya regulasi yang melarang masyarakat umum untuk menuliskan komentar jahat pada figur publik.

“Sulit untuk menemukan cara untuk mengatur komentar karena sistem penggunaan nama asli di internet dianggap tidak konstitusional,” lanjut Song Sung Min.

Lebih lanjut, Ia mengatakan sistem perlu diperkuat melalui langkah-langkah realistis, seperti pencegahan kata kunci yang tidak mengekspos pelecehan seksual dan kekerasan.

Goo Hara ditemukan meninggal di rumahnya di kawasa Gangnam, Seoul, Minggu (24/11). Ia meninggal dalam usia 28 tahun.

“Kami mendapat laporan pada 24 November pukul 18.30 tentang kematiannya. Saat ini kami masih menyelidiki penyebabnya,” kata polisi.

Sebelum meninggal, artis sekaligus sahabat dari Sulli ini, kerap menerima komentar-komentar jahat baik karena masalah kekerasan yang dilakukan mantan pacarnya ataupun operasi plastik.

Pada Mei 2019 lalu, Goo Hara juga pernah mencoba bunuh diri, tapi untungnya saat itu langsung dibawa ke rumah sakit dan bisa diselamatkan.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait