FOKUS

Gubernur Jatim: Koneksitas Jadi Pintu Masuk Kreatifitas Produk Dekranasda

SURABAYA (tandaseru) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengimbau kepada para pelaku UMKM agar membangun koneksitas guna membuka pintu masuk dalam meningkatkan kreatifitas produk-produk Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda).
“Beberapa kali Pemprov Jatim sudah membangun koneksitas melalui para Diaspora di Amerika Selatan, Tiongkok, Taiwan, California, juga Paris. Selain itu juga dari Hongkong, dan News Zeland. Secara bertahap kami juga sudah melakukannya untuk produk-produk kreatif Dekranasda Jatim yang akan terus kita kembangkan sesuai dengan kebutuhan pasar,” katanya saat Pelantikan Pengurus Dekranasda Jatim, di Grand City Surabaya, Jumat (23/10).
Lebih lanjut dikatakannya, di lapangan sangat banyak produk-produk yang memiliki daya saing cukup tinggi. Ke depan sebuah produk itu akan makin kuat jika ada storynya. “Kemaren sudah ada produk yang sudah masuk di dalam salah satu market-place dan itu adalah produk hasil dari para difabel,” katanya.
Ia mencontohkan, sebuah taplak meja dengan bordir yang indah dengan harga Rp 100 ribu, namun pasar bisa menyerap. Tetapi jika diberi story di dalamnya bahwa produk ini selain indah dan harganya cukup adaptif dengan kemampuan pasar Rp 100 ribu, maka kalau diberi narasi bahwa yang membuat adalah anak-anak difabel, kemungkinan pasar bisa memberikan dukungan lebih besar lagi.
Selain itu, kata gubernur, pola-pola yang sederhana seperti juga bisa dikembangkan untuk bisa melihat originalitas. “Misalnya Pacitan salah satu kabupaten di Jatim yang varian batunya luar biasa, bukannya akik, ternyata yang seringkali menjadi pemenang di berbagai kompetisi dan inovative produk griya, mereka juga ada di display produk UMKM di Pacitan,” ujarnya.
“Yang saya senang adalah ketika mendapat penjelasan kalau ini dengan pewarna, jadi konsumen merasa mendapat informasi secara original, ini yang asli, ini batu dari Pacitan bagian selatan, ini yang sudah dalam komposisi, ini kenapa, dan lain sebagainya. Menurut saya hal seperti ini akan memberikan informasi yang lebih komperehensif kepada konsumen,” tambahnya.
Menurutnya, yang sedang disinergikan antara Dekranasda dengan OPOP (one Produk one Pesantren) yakni untuk halal food Indonesia belum masuk 10 besar. Jatim merupakan industri makanan dan minuman yang masuk andalan nasional.
“Jadi kita harus meluaskan produk-produk masyarakat Indonesia, utamanya Jatim. Sebab kalau sudah terkoneksi secara virtual, masing-masing daerah bisa saling support produk,” katanya

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com