FOKUS

Gubernur Jatim : Pemimpin Harus Bekerja Cepat dan Detail

SURABAYA (tandaseru) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan seorang pemimpin harus bisa bekerja secara cepat dan detail dengan presisi yang tinggi. Sebab pemimpin akan berhadapan dengan kecepatan dan kekuatan inovasi serta kreativitas yang saling memberi nilai tambah.

“Di era 4.0 kita melihat bahwa segala sesuatunya banyak diserahkan ke digitalisasi sistem, sehingga hal tersebut sering dianggap sesuatu yang ribet, namun kita melihat siapa dibalik pengoperasian sistem tersebut,” katanya saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II tahun 2021, di Gedung Negara Grahadi, Senin (22/2).

Dicontohkannya, sebuah kesuksesan perusahaan penyedia foto tanpa perlu berjualan kamera seperti platform instagram. Hal ini kalau tidak berpola pikir yang baik dan tidak diikuti tim work yang solid, maka tidak akan bisa berjalan beriringan.

“Yang satu melakukan proses digitalisasi sistem, yang satu melakukan proses penguatan jejaring, ini tidak boleh terpisahkan oleh satu dengan yang lain, maka harus ada tim,” ujarnya.

Tim work inilah, kata Khififah, yang harus ada di instansi masing-masing. Maka seorang pemimpin yang disiapkan adalah yang bisa mengetahui siapa dirinya, namun juga mengetahui kapasitas organisasinya dan bisa memberikan nilai tambah.

Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi Lembaga Administrasi Negara RI, Basseng, mengatakan, dalam Diklat kepemimpinan tingkat II kompetensi yang dikembangkan adalah melakukan perubahan. Oleh karena itu keberhasilan dalam mengikuti pelatihan ini ditentukan oleh bukti adanya perubahan yang dilakukan di instansi masing-masing.

“Perubahan itu berada pada unit yang dipimpin. Maka sebenarnya esensinya level seorang pemimpin itu membawa perubahan. Karena itu di dalam pelatihan ini dibekali dengan kemampuan kemampuan yang dibutuhkan guna melakukan perubahan,” ujarnya.

Menurutnya, seorang pemimpin perubahan haruslah seorang yang bisa mengelola atau mengendalikan dirinya sendiri. karenanya dalam pelatihan ini akan dibekali kemampuan mengelola diri.

“Ini karena seorang pemimpin harus bisa menguasai organisasinya karena perubahan yang dilakukan itu tidak boleh tidak menguntungkan organisasi,” terangnya.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jatim, Aries Agung Paewai, menambahkan pada PKN II angkatan II tahun 2021 ini, tetap diikuti 60 orang. Mereka berasal dari 7 provinsi, ditambah 1 peserta dari Kemendagri dan 6 orang dari Kejaksaan Agung.

Selama pelaksana kegiatan tetap mengikuti protokol kesehatan siswa yang penekanan dari LAN bahwa meski di tengah pandemi tetap melakukan proteksi yang sangat ketat bagi seluruh peserta mulai dari pendaftaran hingga bermalam di BPSDM. Seluruh peserta wajib menggunakan masker dan kamar yang biasa digunakan untuk 2 orang, untuk saat ini digunakan 1 kamar 1 orang.

“Jadi, kita akan sesuaikan dengan prosedur protokol kesehatan. Insya Allah sesuai dengan protokol kesehatan (prokes) dan ketentuan kurikulum akademik,” jelasnya.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com