FOKUS

Habib Rizieq Sebut Dijadikan Buronan karena Tercatat di Red Notice, Ini Respon Mabes Polri

JAKARTA (tandaseru) – Pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab menyebut dirinya dijadikan sebagai buronan saat berada di Arab Saudi. Hal itu karena namanya tercatat dalam red notice.

Terkait hal itu, Mabes Polri mengatakan tidak mengetahui jika nama Habib Rizieq sempat dimasukan dalam daftar red notice database Interpol Dunia selama berada di Arab Saudi.

Untuk informasi, red notice adalah notifikasi Interpol untuk mencari buronan kejahatan atas permintaan negara-negara yang menjadi anggota.

“Saya malah baru dengar dari kalian (Rizieq masuk dalam red notice),” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (11/11).

Dalam hal ini, Rizieq sempat mengaku bahwa dirinya sempat diisukan menjadi buronan yang melarikan diri dari Indonesia. Dia mengklaim bahwa hal tersebut diceritakan oleh Pemerintah Arab Saudi yang pernah memeriksa dirinya.

Dewan keamanan Arab Saudi melakukan pemeriksaan itu karena mendapat laporan bahwa Rizieq adalah buronan yang melarikan diri.

“Katanya saya ini buronan, melarikan diri, ada persoalan hukum yang saya hadapi, saya katanya red notice, nanti bahaya untuk keamanan Saudi,” kata Rizieq di depan para jemaahnya di Petamburan, Selasa (10/9) seperti dilansir dari akun youtube Front TV.

Oleh sebab itu, Rizieq menyatakan bahwa dirinya memang sempat tersangkut dalam dua kasus hukum. Namun, kata dia, sudah ada surat surat penghentian penyidikan dan penuntutan (SP3).

Dia mengaku telah menjelaskan itu semua kepada pemerintah Arab Saudi. Termasuk, bahwa dirinya telah menjalin kerja sama dengan Badan Intelijen Negara Indonesia.

Diketahui, saat Rizieq terbang ke Arab Saudi pada 2017 lalu Polda Metro Jaya memang sempat memproses pengajuan red notice untuk Rizieq yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan konten pornografi.

Namun, sempat dikabarkan bahwa pengajuan red notice itu ditolak oleh Interpol. Namun, Kapolda Metro Jaya kala itu, Irjen Mohammad Iriawan menyatakan abhwa pihaknya akan melakukan upaya penerbitan blue notice apabila pengajuan sebelumnya tidak dikabulkan.

“Kita tunggu, enggak ada masalah. Kalau nanti pun tidak kategori masuk red notice, kita ajukan lain seperti blue notice,” ujar Iriawan di rumah Ketua DPD Oesman Sapta Odang, di Jakarta, Selasa, 6 Juni 2017.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com