FOKUS

Hagia Sophia Jadi Masjid, Gereja Ortodoks Yunani Berkabung! Ini Sejarahnya

ISTANBUL (tandaseru) – Hagia Sophia, Istanbul, Turki baru saja menggelar Sholat Jumat pertamanya setelah resmi menjadi masjid kembali. Di sisi lain, sejumlah Gereja Ortodoks di Yunani serempak mendentingkan lonceng sebagai simbol rasa berkabung.

Lonceng gereja di seluruh negara didentingkan pada tengah hari, yang disusul pengibaran bendera setengah tiang sebagai simbol protes.

Lebih lanjut, Kepala Gereja Ortodoks Yunani, Uskup Agung Ieronymos menyesalkan dan mengecam perubahan pada bangunan yang masuk dalam Warisan Budaya UNESCO dalam 86 tahun terakhir.

“(Hari ini) merupakan hari berkabung bagi semua umat Kristiani,” ucap Uskup Agung Ieronymos.

Dia juga mengatakan bahwa akan diadakan pelayanan khusus di Athena pada malam harinya, dan mengucapkan Nyanyian Rohani Akathist untuk menghormati Perawan Maria.

Berdasarkan tradisi Yunani itu merupakan ibadah yang pernah digelar di Hagia Sophia pada malam ketika Bizantium jatuh ke tangan Turki Ottoman pada 1453.

“Hagia Sophia tak hanya simbol keyakinan kami, tetapi juga monumen universal untuk kebudayaan. Kelompok agama dan nasionalis akan mengadakan protes di Athena dan Thessaloniki Jumat malam” jelas Uskup Agung Ieronymos.

Sejarah panjang Hagia Sophia

Hagia Sophia di Turki, salah satu bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO, memiliki sejarah panjang. Mengutip Goturkeytourism.com, bangunan tersebut kerap menarik perhatian jutaan wisatawan dengan keindahannya.

Hagia Sophia sudah mengalami renovasi dan perluasan beberapa kali selama berabad-abad ini. Salah satu keunikannya adalah perpaduan mosaik khas era Bizantium dan kaligrafi dari masa Kesultanan Ottoman.

Mulanya, Hagia Sophia dibangun sebagai gereja Church of Holy Spirit atas perintah Kaisar Bizantium Justinian I pada abad ke-6.

Hagia Sophia juga merupakan salah satu dari katedral terbesar di dunia yang memiliki makna khusus bagi komunitas Ortodoks.

Namun pada 1453, setelah Turki Ottoman menaklukan Konstantinopel, kubah dengan nama lain Ayasofia itu diubah menjadi masjid.

Kemudian pada 1934, ketika Mustafa Kemal Ataturk menjadi presiden pertama Turki modern, bangunan itu difungsikan sebagai museum.

Kini sorotan itu muncul pada awal Juli ini, pasalnya pengadilan tinggi Turki mencabut dekrit 1934 dan mengembalikan Hagia Sophia sebagai masjid.

Meski ditentang Amerika Serikat, Rusia, dan pemimpin keagamaan seperti Paus Fransiskus, Presiden Recep Tayyip Erdogan tetap mengumumkan bahwa Hagia Sophia bisa digunakan untuk shalat.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait