FOKUS

Hal Ini Akan Dilakukan Palestina Jika Israel Jadi Caplok Tepi Barat

RAMALLAH (Tandaseru) – Presiden Palestina Mahmoud Abbas memilih mengambil sikap bakal menyerahkan semua senjata kemiliteran kepada tentara Israel (IDF). Hal itu dilakukan jika Israel bergerak maju dengan rencana pencaplokan Tepi Barat dan Lembah Yordan.

Abbas mengatakan senjata akan dikirim pasukan keamanan PA ke Markas IDF di Yudea dan Samaria dekat Bet El, dan semua tanggung jawab untuk keamanan di wilayah tersebut akan diserahkan ke Israel.

Sejumlah media melaporkan Mahmoud Abbas menolak panggilan telepon Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo. Pompeo kabarnya menelepon Abbas setelah perwakilan CIA gagal meyakinkan para pejabat Palestina di Ramallah untuk membuka dialog dengan Gedung Putih tentang rencana perdamaian Presiden AS Donald Trump.

Laporan itu juga menyampaikan pesan Organisasi Pembebasan Palestina PLO kepada orang Eropa dan Amerika.

“Segera setelah aneksasi diluncurkan, kami telah mengumpulkan daftar semua senjata dan amunisi di tangan pasukan keamanan PA. Kami akan membawa senjata dan amunisi dengan truk ke Bet El, menempatkannya di sana, dan membiarkan Israel bertanggung jawab atas keamanan di darat. PLO juga akan membubarkan Otoritas Palestina dan memberhentikan ratusan ribu pegawai pemerintah,” bunyi pesan PLO.

Ancaman itu ditanggapi dengan serius oleh pemerintah Israel, menurut laporan lembaga penyiaran publik, Kann.

Mahmoud Abbas pada Rabu juga mengisyaratkan akan membubarkan Otoritas Palestina jika terus maju dengan rencana aneksasi Tepi Barat dan Lembah Yordan, menurut The Jerusalem Post.

Sementara Jewish Press melaporkan IDF mencegah orang-orang Arab untuk berpartisipasi dalam demonstrasi menentang aneksasi di desa Bardala pada Sabtu malam, dan memblokir jalan-jalan yang menuju ke sana.

Juru bicara IDF mengatakan bahwa pos pemeriksaan ditempatkan sebagai bagian dari persiapan untuk mencegah kerusuhan selama demonstrasi di daerah Bardala dan Tubas.

Otoritas Palestina (PA) yang berbasis di Ramallah telah memboikot pemerintahan Trump sejak presiden AS mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada 2017, dan telah menolak rencana perdamaian Trump yang menetapkan sekitar 30 persen Tepi Barat untuk Israel dan sisanya untuk calon negara Palestina.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait