FOKUS

Hanya Berkurang Rp 4 Ribu, Dugaan Anggota Satpol PP Terlibat Kasus Bobol ATM

Tandaseru – Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menyebut kasus pembobolan ATM yang diduga melibatkan anggota Satpol PP hanya terkuras sebesar Rp 4 ribu dalam rekeningnya. Hal ini yang membuat mereka melakukan penarikan secara terus menerus.

“Modus operasinya adalah mengambil uang di ATM bersama sesuai dengan apa yang diinginkan, kemudian yang terpotong dalam rekeningnya itu Rp4 ribu,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (22/11).

Yusri tidak merinci siapa yang melakukan hal itu tersebut. Namun, dia mengatakan hal ini berawal dari ketidaksengajaan saat melakukan penarikan tunai.

Selain itu, pelaku juga memberitahu kepada rekan-rekannya terkait dengan cara tersebut. Rekan-rekannya lantas membeberkan ke orang lain sehingga membobolan terjadi berkali-kali.

“Kalau mengambil itu karena dia merasa cuma terpotong Rp4 ribu, itu yang pertama, dia ulangi berapa kali kemudian disampaikan ke teman-temannya,” ujar Yusri.

Yusri mengatakan cara ini sudah dilakukan oleh banyak orang sejak bulan April 2019 sampai dengan bulan Oktober 2019. Kerugian yang diterima Bank DKI sudah ditaksir hampi mencapai Rp50 miliar.

“Tapi berdasarkan dari hasil audit yang ada dikatakan bahwa hampir sekitar Rp50 miliar,” ucap Yusri.

Sebanyak 12 anggota Satpol PP DKI Jakarta terseret kasus pembobolan ATM. Mereka menggerus Rp32 miliar dari Bank DKI. Mereka lupa daratan setelah saldo tabungannya tak berkurang sesudah menarik uang dari ATM. Aksi tersebut dilakukan sejak Mei 2019.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta kasus dugaan pembobolan ATM diselesaikan secara hukum. Anggota Satpol PP DKI yang terlibat dibebastugaskan sementara waktu untuk mengikuti proses hukum.

“Kita tahu itu merupakan pelanggaran pidana. Kalau pidana itu ada proses hukumnya sendiri,” kata Anies di Jakarta, Selasa, 19 November 2019.

Kepala Satpol PP DKI Arifin menegaskan tidak ada pencucian uang, korupsi, atau pembobolan Bank DKI oleh anggotanya. Mereka, kata dia, mengambil uang di rekening Bank DKI melalui ATM Bersama, tetapi saldonya tidak berkurang.

Para petugas Satpol PP yang terlibat bertugas di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Satpol PP Provinsi DKI. Meski demikian, Arifin belum tahu mengapa banyak anggota Satpol PP yang terlibat dalam kasus ini.

“Itu sedang didalami dari pihak kepolisian modusnya bagaimana? Apa dari mulut ke mulut menyampaikan. Mungkin yang lebih paham kita tunggu hasil pemeriksaan dari kepolisian. Kita tidak bisa mendahului proses pemeriksaan kita tunggu,” ungkap Arifin.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait