FOKUS

Hari Pertama Operasi Zebra Jaya 2020, Polda Metro Tindak 3.577 Pelanggar Lalu Lintas

JAKARTA (tandaseru) – Hari pertama Operasi Zebra Jaya 2020, Polda Metro Jaya menindak sebanyak 3.577 pelanggar lalu lintas Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadetabek).

“Hari pertama Ditlantas Polda Metro Jaya melakukan penilangan sebanyak 3.577 perkara,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo dalam keterangannya, Selasa (27/10)

Selain menilang, kata Sambodi, ada sebanyak 4.982 pelanggar yang hanya diberikan teguran oleh petugas di lapangan. 3.577 pelanggar itu merupakan pengendara sepeda motor roda dua dan mobil.

Untuk sepeda motor, jenis pelanggar terbanyak yaitu melawan arus lalu lintas disusul melanggar stop line. Pelanggar paling sedikit yakni melintasi jalan layang non tol (JLNT) dan berboncengan melebihi satu orang.

“Pelanggar sepeda motor melawan arus sebanyak 694, melanggar stop line 354, tidak gunakan helm 421, tidak dilengkapi STNK 45, tampa SIM 17, melebihi kapasitas 9, modifikasi dan melewati JLNT 0,” beber Sambodo.

Selain itu untuk pelanggar mobil roda empat terbanyak pada hari pertama penindakan yaitu tidak menggunakan sabuk pengaman disusul melanggar bahu jalan tol dan menggunakan hp saat berkendara. Jenis pelanggaran paling sedikit yakni tidak dilengkapi SIM dan STNK.

“Pelanggar roda empat melewatu bahu jalan tol sebanyak 583, stop line 182, tidak menggunakan safety belt 104, menggunakan hp saat berkemdara 33, memggunakan storobo atau rotator 6, tidak dilengkapi STNK 4 dan SIM 0,” pungkas Sambodo.

Sebelumnya, Jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menggelar operasi kepolisian dengan sandi Operasi Zebra Jaya 2020. Operasi ini akan digelar selama 14 hari yakni mulai 26 Oktober hingga 8 November 2020.

Operasi Zebra Jaya 2020 ini digelar untuk menindak para pelanggar lalu lintas di jalanan Ibukota dan sekitarnya.

“Hari ini, Operasi Zebra 2020 se-Indonesia telah digelar selama 14 hari kedepan,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo kepada wartawan, Senin (26/10).

Untuk di wilayah hukum Polda Metro Jaya sendiri, Sambodo menjelaskan ada lima pelanggaran lalu lintas yang menjadi sasaran utama selama operasi ini digelar.

“Sasaran operasi pertama melawan arus, tidak menggunakan helm, melanggar stop line/marka jalan, penggunaan strobo dan rotator bukan untuk peruntukannya, dan melintas di bahu jalan,” jelasnya.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com