FOKUS

Helmi Hasan dan Kontroversi: Gelar Komunikasi Terbuka di Tengah Masyarakat Kota Bengkulu

BENGKULU (tandaseru.id)- Terkenal sebagai Wali Kota yang menciptakan berbagai gebrakan  kontroversi membuat masyarakat bertanya-tanya alasan dibalik program itu dilakukan, apakah hanya pencitraan atau memang kebijakan itu pro kepada masyarakat.

Pemerintah Kota Bengkulu bekerja sama dengan BETV menginisiasi bincang santai dengan tajuk “Helmi Hasan dan Kontroversi”. Menghadirkan Narasumber Dedi Junaidi (CEO PT Media Garda Bangsa/tandaseru.id), bertindak sebagai moderator Yohana Elizabeth (Ketua Yayasan Bentang Merah Putih), dan Dicky G/Belando sebagai Host Acara, Selasa (12/10).

Turut hadir juga, Wawali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi, jajaran Pemkot, dan Masyarakat Kota Bengkulu, serta berbagai daerah di Indonesia yang penasaran akan sosok Helmi Hasan. Dilaksanakan secara hybrid, di Hotel Santika Kota Bengkulu dan platform zoom, juga  disiarkan secara langsung oleh BETV Bengkulu, diskusi malam itu tampak seru.

istimewa

“Ibarat paralon bila tersumbat lama-lama akan pecah, dengan adanya dialog ini komunikasi yang tersumbat antara Pemkot dan Masyarakat bisa clear, silahkan yang ingin bertanya apapun itu, Pak Wali sudah sangat siap untuk malam ini,” terang Dedy.

Dedi Junaidi selaku CEO PT Media Garda Bangsa yang kala itu hadir mempertanyakan APBD Kota Bengkulu diketahui relatif kecil dibanding kota lain di Indonesia, “bagaimana cara Pak Wali tetap bisa melayani masyarakat dengan keterbatasan sumber daya yang ada apalagi adanya refocussing anggaran?,” tanya Dedi J.

Menurut Helmi dengan keterbatasan anggaran yang ada Pemkot Bengkulu tidak kehabisan akal, dengan memperlihatkan baju yang dikenakanya bertulis “biar buntu asal ngebantu”. Helmi Hasan mengatakan siapapun pemimpinya ia berkewajiban melayani masyarakat secara maksimal agar cita-cita menghadirkan kebahagiaan ditengah masyarakat bisa terwujud.

istimewa

Pada periode awal memimpin kota bengkulu misalnya, ia pernah menghadiahkan mobil kesukaan istrinya demi memakmurkan masjid. Di periode dua tak lama menjabat dunia diserang pandemi covid-19, Wali kota Bengkulu Helmi Hasan benar-benar mencari solusi agar masyarakat Kota Bengkulu tak ada lagi yang susah atau menjerit dengan berbagai keluhan.

Solusi tersebut ia tunjukkan dengan meluncurkan berbagai program fenomenal seperti, gerakan sedekah Rp2.000, PKHD (Program Keluarga Harapan dan Doa), program HD bersalin, gas melon gratis, memerdekakan ijazah yang ditahan sekolah, ngantor dimasjid, program 1001 janda yang dimana Pemkot menafkahi hidup para janda di Kota Bengkulu.

Perang lawan sampah, program HD Oto yang  memperbolehkan mobil Dinas Pemkot digunakan untuk resepsi pernikahan di Hari Sabtu dan Minggu, program Satu Milir Satu Kelurahan (SAMISAKE).

“Dengan keterbatasan APBD bukan berarti kita tidak bisa berbuat banyak. Di sinilah kita harus bersinergi dan berkolaborasi,  ketika ada masalah di tengah masyarakat kami buatkan program. Seperti masyarakat yang ingin melahirkan namun tidak punya uang kami buat program HD Bersalin yang dananya bukan dari APBD,” terang Helmi.

Sedekah Rp2.000 ide awalnya dari pihak kepolisian Bengkulu yang mewajibkan anggotanya untuk bersedekah sebesar itu setiap hari, Helmi menilai ini bagus, ia pun membawa program itu keseluruh Kota Bengkulu, dana inilah yang akan digunakan pada kejadian atau masalah yang tidak di cover oleh APBD.

istimewa

“Apapun masalahnya harus disampaikan, tapi dengan cara elegan, yang membawa kita pada suatu solusi, bukan dengan gibah atau fitnah yang malah menimbulkan dosa. Kita membangun ini tidak hanya dengan anggaran,” terang Helmi.

Lanjut Helmi, ketika kriminalitas Kota Bengkulu tinggi, Pemkot mencari solusi untuk mengajak seluruh pihak  mewujudkan “Bengkuluku Aman”.

“Kita motivasi rakyat untuk membangun pos-pos dengan gotong royong. Ada yang membawa baja ringan, kayu, dan sebagainya. Pemkot juga meminta bantuan kepada perusahaan untuk memberikan CSR. Dengan seperti itu, Program Bengkuluku Aman pun terwujud, masyarakat mengadakan ronda di pos-pos yang sudah dibuat tadi,” ujar Helmi.

Dikesempatan yang baik itu, masyarakat yang hadir menggunakan kesempatan  untuk menyampaikan keluh kesahnya, seperti di sekitaran Nakau ke Pasar Minggu  tidak ada kotak sampah, sehingga sampah banyak berserakan, kemudian jalan di komplek RCTI jelek sekali,  juga soal kesemrawutan Pasar Minggu.

“Terimakasih untuk informasinya inilah yang saya harapkan, secepatnya kami akan carikan solusi dan turunkan tim untuk menyelesaikan permasalahan yang ada,” jawab Helmi.

Di penghujung acara Yohana Elizabeth selaku moderator mengungkap rasa bangga dan syukurnya kepada sosok pemimpin seperti Helmi Hasan.

“Banyak pelajaran yang didapat pada malam hari ini, bukan hanya bagi rakyat Bengkulu, tapi juga untuk seluruh rakyat Indonesia. Bagaimana seorang pemimpin mau turun ke bawah, bukan hanya omongan dan janji, tapi betul-betul aksi nyata. Semoga ini bisa menjadi program yang berkesinambungan sehingga masyarakat bisa belajar banyak dari Kota Bengkulu,” tutup Yohana.

 

 

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com