FOKUS

HUT RI ke-75 Jadi Momentum Dukcapil Sapa Masyarakat

JAKARTA (tandaseru) – Perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia ke -75 biasanya digelar meriah. Namun di tahun ini berbeda dari biasanya, sebab masih dalam masa pandemi virus Corona Covid-19.

Upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 Republik Indonesia atau HUT ke-75 RI  tetap dilangsungkan di Lapangan Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8) pada pukul 10.00 WIB.

Meski begitu, pihak Istana Negara mengonfirmasi bahwa sangat membatasi jumlah peserta yang mengikuti HUT ke-75 RI tersebut.

Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau Paskibraka tetap dilibatkan, namun tidak hanya jumlah peserta hadir yang dibatasi, tapi juga petugas upacara.

Momentum peringatan hari kemerdekaan, Ditjen Dukcapil Kemendagri menggelar Webinar yang bertajuk “Dukcapil Menyapa Masyarakat”.

Adapun gelaran Webinar tersebut dipimpin langsung oleh Ditjen Dukcapil Kemendagri, Prof. Zudan Arif Fakrulloh yang akan merespon berbagai keluhan masyarakat. Berikut ini berbagai keluhan masyarakat.

Sulit mendapatkan KTP-EL karena adanya rekam ganda kependudukan

Sejumlah masyarakat mengeluhkan sulitnya mendapatkan KTP-el karena adanya rekam ganda kependudukan yang terjadi.

Kebenaran itu dibenarkan oleh Zudan. Menurutnya ada jutaan masyarakat yang memiliki rekam ganda kependudukan.

Diketahui data ganda setelah proses penunggalan yang dimiliki Dirjen Dukcapil terdapat data yang sama.

“Jika seorang warga diketahui memiliki data ganda, atau lebih dari dua, maka KTP elektronik miliknya tak bisa dicetak. Syaratnya, warga harus ke Dukcapil, hapus salah satu datanya,” jelas Zudan Arif.

Lebih lanjut, Dia menerangkan pemilik data rekam ganda kependudukan harus melapor ke Dinas Dukcapil setempat.

Kemudian meminta penunggalan dengan mengahapus salah satunya, sebab Ditjen Dukcapil tak bisa menghapus sendiri data ganda warga.

Sulitnya urus pindah domisili

Selain itu, sejumlah warga juga mengeluhkan sulitnya mengurus pindah domisili. Seperti halnya ketika seseorang memutuskan untuk melakukan pindah alamat tempat tinggal secara permanen maka harus segera mengurus perubahan data di Kartu Tanda Penduduk (KTP)

Zudan menjelaskan aturan baru dalam proses pembuatan e-KTP baru ketika seorang warga pindah domisili.

“Cukup urus surat keterangan pindah di dinas Dukcapil saja. Tak perlu melewati jalur birokrasi seperti RT, RW, lurah hingga camat untuk mendapatkan KTP-el baru. Ini antardinas saja, Dukcapil asal dan Dukcapil alamat terbaru,” jelasnya.

Untuk mengurus surat pindah domisili ini juga bisa menggunakan via online, sehingga tak perlu banyak pengantar.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait