FOKUS

Imbangi Kekuatan Udara China, Jepang Kembangkan Pesawat Tempur Generasi ke-6

TOKYO (tandaseru) – Kementerian Pertahanan Jepang akhirnya memutuskan mengembangkan sendiri pesawat tempur generasi keenam dan menolak desain yang diajukan Lockheed Martin Corporation, Boeing Company dari Amerika dan BAE Systems Inggris.

Hal ini menjadikan Mitsubishi Heavy Industries (MHI) di posisi yang kuat untuk mengembangkan pesawat tempur baru tersebut. Saat ini MHI telah mengembangkan Shinshin X-2, sebuah pesawat demonstrasi yang telah diterbangkan dan dikenal dengan nama F-3.

F-3 adalah pesawat tempur siluman multirole, yang mampu menyerang sasaran di darat, laut dan udara. Kementerian juga akan mempertimbangkan penggunaan kecerdasan buatan (AI). Nantinya saat beroperasi, F-3 akan mendampingi F-35A JASDF.

Angkatan Udara Bela Diri Jepang berencana membeli sekitar 90 pesawat dengan nilai investasi mencapai 5 triliun yen (US$ 48 miliar). Pesawat tempur baru ini dijadwalkan bertugas pada 2035.

Bagi Jepang, Kebutuhan jet tempur mutakhir amat mendesak, mengingat banyaknya pelanggaran yang dilakukan oleh pesawat tempur Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat China (PLAAF) yang sering menyusup ke Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) Jepang.

Saat ini, Angkatan udara Bela Diri Jepang (Japan Air Self-Defense Force/JASDF) mengoperasikan 350 pesawat tempur terdiri dari  F-4EJ/EJ Kai, F-15J/DJ, F-35A buatan AS, serta F-2A/B pesawat rancangan Jepang berdasar F-16 yang diperbesar.

Selain mengakuisisi 141 F-35, Jepang telah berkomitmen untuk meningkatkan performa 102 F-15 yang saat ini bertugas. Idealnya Jepang membutuhkan sebanyak 107 F-3 jika berencana untuk mempertahankan inventaris pesawat tempurnya.

 

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait